TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan kemenangan telak koalisi berkuasa dalam pemilihan umum Majelis Rendah pada Senin (9/2/2026). Menurutnya, hasil ini memberikan pemerintah mandat publik untuk melakukan “pergeseran kebijakan penting”.
Takaichi menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers sehari setelah pemilu. Ia menyatakan bahwa Jepang harus segera meninggalkan kebijakan “penghematan fiskal yang berlebihan”. Oleh karena itu, ia akan mengimplementasikan kebijakan fiskal yang “bertanggung jawab namun agresif”. LDP tetap mencari kerja sama dengan partai oposisi karena posisi mereka masih merupakan minoritas di Majelis Tinggi (House of Councillors).
Kekuatan Mayoritas Dua Pertiga dan Amandemen Konstitusi
Kemenangan ini membawa koalisi LDP dan JIP meraih 352 kursi. Angka tersebut melampaui ambang batas mayoritas dua pertiga yang diperlukan untuk memulai proses amandemen konstitusi. Takaichi menyatakan kesiapannya untuk mengubah Konstitusi pasifik Jepang. Langkah ini membawa tujuan jangka panjang LDP semakin dekat dengan kenyataan.
Fokus utama amandemen ini mencakup pengenalan “klausul darurat”. Aturan ini akan memberikan kekuasaan lebih besar kepada pemerintah saat terjadi bencana besar atau serangan bersenjata. Selain itu, LDP ingin memperjelas status hukum Pasukan Bela Diri (SDF). Hal ini bertujuan untuk mengakhiri perdebatan mengenai konstitusionalitas pasukan tersebut. “Tidak ada masa depan bagi bangsa yang tidak berani mengambil tantangan,” tegas Takaichi.
Rencana Penangguhan Pajak dan Reaksi Pasar
Takaichi juga menegaskan komitmen kampanyenya untuk menangguhkan pajak konsumsi sebesar 8 persen pada produk makanan selama dua tahun. Pemerintah akan memajukan diskusi mengenai jadwal dan sumber pendanaan melalui dewan nasional lintas partai. Mereka menargetkan kesimpulan sementara pada musim panas mendatang.
Peringkat persetujuan kabinet Takaichi tetap tinggi sejak ia menjabat pada Oktober lalu. Dalam pemilu kali ini, LDP secara mandiri mengamankan 316 kursi, melonjak drastis dari 198 kursi sebelumnya. Sementara itu, mitra koalisinya, JIP, berhasil menambah kursi menjadi 36. Takaichi kemungkinan besar akan terpilih kembali sebagai Perdana Menteri dalam sesi parlemen khusus pada 18 Februari mendatang tanpa rencana perubahan susunan kabinet.
Keruntuhan Oposisi dan Rekor Partisipasi Pemilih
Di sisi lain, pemilu ini menjadi pukulan mematikan bagi aliansi oposisi Centrist Reform Alliance. Kursi mereka merosot tajam dari 167 menjadi hanya 49 kursi. Kondisi ini memaksa para pemimpinnya, termasuk mantan PM Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito, mengumumkan pengunduran diri mereka. Noda menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas “kekalahan bersejarah” ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemenangan koalisi ini juga diwarnai oleh bangkitnya partai-partai kecil seperti Partai Sanseito yang meraih 15 kursi. Selain itu, Team Mirai berhasil memenangkan 11 kursi pertama mereka di Majelis Rendah. Data Kementerian Urusan Internal menunjukkan tingkat partisipasi pemilih naik menjadi 56,26 persen. Rekor pemungutan suara awal yang mencapai 27,02 juta orang turut memperkuat legitimasi mandat yang kini berada di tangan Takaichi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















