Kesenjangan Digital: Siapa yang Tertinggal di Era 5G?

Sabtu, 1 November 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Aturan ketat di ruang siber. Australia resmi memberlakukan batasan usia untuk konten pornografi dan chatbot AI, memicu migrasi massal pengguna ke aplikasi VPN guna menembus blokade digital. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Aturan ketat di ruang siber. Australia resmi memberlakukan batasan usia untuk konten pornografi dan chatbot AI, memicu migrasi massal pengguna ke aplikasi VPN guna menembus blokade digital. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kita hidup di era 5G dan janji revolusi digital, di mana informasi, pendidikan, hingga layanan kesehatan dapat diakses dari ujung jari. Namun, di balik kemewahan koneksi super cepat, ada realitas pahit: tidak semua orang bisa menikmatinya. Akses internet cepat kini telah berevolusi menjadi hak dasar baru, tetapi distribusinya yang tidak merata menciptakan jurang yang semakin dalam.

Kesenjangan digital atau digital divide adalah masalah serius yang memisahkan mereka yang “memiliki” akses teknologi dari mereka yang “tidak memiliki”. Ini adalah garis pemisah baru antara si kaya dan si miskin, serta antara perkotaan dan pedesaan.

Baca Juga :  Update Banjir dan Longsor di Sumatera: 836 Tewas, TNI Kerahkan 30 Ribu Prajurit

Bukan Cuma Soal Akses

Banyak yang mengira kesenjangan digital selesai hanya dengan membangun menara BTS atau menggelar kabel fiber optik. Padahal, masalahnya jauh lebih dalam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesenjangan ini memiliki tiga lapisan. Pertama adalah kesenjangan akses, yaitu infrastruktur fisik. Kedua, kesenjangan keterampilan (skill), di mana banyak orang memiliki gawai, tetapi tidak memiliki kemampuan digital untuk menggunakannya secara produktif. Ketiga, kesenjangan kualitas perangkat, di mana perangkat yang lambat atau kuno menghalangi akses ke aplikasi modern, meskipun sinyal internet tersedia.

Dampak Nyata Kesenjangan

Kesenjangan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi masalah sosial-ekonomi yang krusial. Dampaknya terlihat jelas di berbagai sektor penting.

Dalam pendidikan, siswa di daerah terpencil tanpa akses internet stabil langsung tertinggal dari rekan-rekan mereka di kota besar, terutama saat pembelajaran jarak jauh. Di dunia kerja, banyak peluang remote working atau pekerjaan berbasis digital tertutup bagi mereka yang tidak memiliki koneksi memadai. Selain itu, layanan vital seperti telemedicine atau akses ke informasi kesehatan menjadi hak eksklusif mereka yang terhubung.

Baca Juga :  Pecah Kongsi di Teluk: Saudi Gempur Kargo UEA di Yaman

Kesimpulan

Revolusi digital membawa potensi luar biasa untuk kemajuan. Akan tetapi, jika tidak dikelola dengan adil, revolusi ini berisiko menciptakan kelas sosial baru yang tertinggil. Tantangan terbesar kita ke depan bukanlah sekadar membangun infrastruktur, tetapi memastikan bahwa setiap warga negara, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam masa depan digital ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB