Ketua DPD RI Dorong PLN Siapkan UPS Raksasa Usai Blackout Sumatera

Senin, 25 Mei 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memberikan pernyataan terkait usulan penguatan cadangan listrik nasional usai blackout massal di Sumatera. (Posnews/Ist)

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memberikan pernyataan terkait usulan penguatan cadangan listrik nasional usai blackout massal di Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, mendorong pemerintah dan PT PLN (Persero) memperkuat sistem cadangan listrik nasional melalui penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) berskala besar di setiap daerah.

Usulan itu muncul setelah blackout massal melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Sultan, keberadaan UPS berkapasitas besar penting untuk menjaga layanan publik tetap berjalan saat terjadi gangguan transmisi listrik regional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PLN daerah harus memiliki cadangan listrik yang memadai agar pelayanan vital tetap berjalan ketika terjadi gangguan besar pada jaringan utama,” kata Sultan di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan fasilitas strategis seperti rumah sakit, perbankan, pusat data, hingga industri manufaktur membutuhkan pasokan listrik tanpa henti agar aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat tidak lumpuh saat pemadaman terjadi.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor

Blackout Sumatera Ganggu Aktivitas Warga

Pemadaman listrik massal di Sumatera sebelumnya berdampak pada jutaan pelanggan di wilayah Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Gangguan tersebut dipicu putusnya jaringan transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.

Hingga Sabtu (23/5/2026), lebih dari 8,3 juta pelanggan dilaporkan kembali menikmati aliran listrik setelah sebagian besar gardu induk berhasil dipulihkan.

Sultan mengapresiasi langkah cepat PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatera.

Baca Juga :  Banjir Jakarta 29 Januari 2026: 52 RT dan 17 Jalan Tergenang, BPBD Siaga

“Kami prihatin karena pemadaman selama berjam-jam sangat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun kami mengapresiasi respons cepat PLN dan pemerintah,” ujarnya.

Dorong Evaluasi Sistem Kelistrikan Nasional

Sultan meminta pemerintah mengevaluasi sistem kelistrikan nasional agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan bencana.

Ia juga mendorong percepatan energi alternatif serta penguatan distribusi listrik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Peristiwa ini harus jadi alarm agar sistem listrik nasional lebih aman dan tidak mudah lumpuh,” tegasnya.

Sultan turut mengapresiasi masyarakat Sumatera yang tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung. Ia juga mengapresiasi TNI dan Polri yang membantu pengamanan di wilayah terdampak blackout. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Febrie Klaim 40 Aturan Dilanggar, Putusan Praperadilan Dinanti
Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura
BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Tim Febrie Klaim 40 Aturan Dilanggar, Putusan Praperadilan Dinanti

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Berita Terbaru