JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, mendorong pemerintah dan PT PLN (Persero) memperkuat sistem cadangan listrik nasional melalui penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS) berskala besar di setiap daerah.
Usulan itu muncul setelah blackout massal melanda sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Sultan, keberadaan UPS berkapasitas besar penting untuk menjaga layanan publik tetap berjalan saat terjadi gangguan transmisi listrik regional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“PLN daerah harus memiliki cadangan listrik yang memadai agar pelayanan vital tetap berjalan ketika terjadi gangguan besar pada jaringan utama,” kata Sultan di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Ia menegaskan fasilitas strategis seperti rumah sakit, perbankan, pusat data, hingga industri manufaktur membutuhkan pasokan listrik tanpa henti agar aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat tidak lumpuh saat pemadaman terjadi.
Blackout Sumatera Ganggu Aktivitas Warga
Pemadaman listrik massal di Sumatera sebelumnya berdampak pada jutaan pelanggan di wilayah Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.
Gangguan tersebut dipicu putusnya jaringan transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.
Hingga Sabtu (23/5/2026), lebih dari 8,3 juta pelanggan dilaporkan kembali menikmati aliran listrik setelah sebagian besar gardu induk berhasil dipulihkan.
Sultan mengapresiasi langkah cepat PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatera.
“Kami prihatin karena pemadaman selama berjam-jam sangat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun kami mengapresiasi respons cepat PLN dan pemerintah,” ujarnya.
Dorong Evaluasi Sistem Kelistrikan Nasional
Sultan meminta pemerintah mengevaluasi sistem kelistrikan nasional agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan bencana.
Ia juga mendorong percepatan energi alternatif serta penguatan distribusi listrik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
“Peristiwa ini harus jadi alarm agar sistem listrik nasional lebih aman dan tidak mudah lumpuh,” tegasnya.
Sultan turut mengapresiasi masyarakat Sumatera yang tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung. Ia juga mengapresiasi TNI dan Polri yang membantu pengamanan di wilayah terdampak blackout. **
Editor : Hadwan












