Klaim Kemenangan Mutlak AS: Pete Hegseth Sebut Militer Iran Lumpuh Total di Hari ke-13

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, AS dan Australia sepakat perkuat kehadiran militer AS di Australia dan percepat kerja sama pertahanan di tengah kekhawatiran pembangunan militer China. Dok: Britannica.

Ilustrasi, AS dan Australia sepakat perkuat kehadiran militer AS di Australia dan percepat kerja sama pertahanan di tengah kekhawatiran pembangunan militer China. Dok: Britannica.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kembali mengeklaim bahwa kampanye militer terhadap Iran membuahkan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berbicara dalam konferensi pers di Pentagon pada hari Jumat, Hegseth menuduh media massa sengaja meremehkan pencapaian Washington di medan perang.

Dalam penjelasannya, Hegseth menyebut bahwa serangan udara gabungan AS-Israel telah menghantam lebih dari 15.000 target dalam 13 hari. Akibatnya, ia mengeklaim Iran kini tidak lagi memiliki angkatan udara, angkatan laut, maupun jaringan pertahanan rudal yang berfungsi. “Amerika Serikat sedang membinasakan militer rezim radikal Iran dengan cara yang belum pernah dunia lihat sebelumnya,” tegas Hegseth kepada wartawan.

Klaim “Lumpuh” vs Realitas di Teheran

Hegseth juga menyatakan bahwa kapasitas produksi rudal balistik Iran telah “kalah secara fungsional”. Bahkan, ia menyebut para pemimpin Iran kini bersembunyi di bawah tanah seperti “tikus”. Namun demikian, rekaman video terbaru justru menunjukkan Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sedang berjalan kaki di Teheran untuk merayakan Hari Quds.

Selain itu, Hegseth melontarkan klaim bahwa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka parah dan cacat akibat serangan. Meskipun begitu, pihak independen belum memverifikasi klaim tersebut. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korban Garda Revolusi (IRGC) masih terus meluncurkan rentetan rudal dan drone ke instalasi militer AS di Teluk dan Israel.

Investigasi Serangan Sekolah dan Teknologi Rudal Baru

Di tengah klaim kemenangan tersebut, Hegseth mengonfirmasi bahwa militer AS sedang menyelidiki serangan udara terhadap sebuah sekolah perempuan yang menewaskan 175 orang. Laporan awal menunjukkan bahwa bom Amerika memang menghantam sekolah tersebut. Oleh karena itu, Pentagon menunjuk seorang jenderal di luar Komando Pusat AS untuk memimpin penyelidikan guna menjamin transparansi.

Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa AS telah menggunakan rudal presisi generasi terbaru untuk pertama kalinya dalam pertempuran. Senjata anti-kapal ini memiliki jangkauan lebih jauh dan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada versi sebelumnya. Secara simultan, Caine mengakui bahwa Selat Hormuz masih tertutup sebagian, dan operasi pengawalan kapal komersial belum dimulai.

Baca Juga :  LDP Raih Kemenangan Telak dan Siap Amandemen Konstitusi

Ketegangan dengan Media dan Seruan Relijius

Sepanjang konferensi pers, Hegseth berulang kali mengkritik liputan berita mengenai perang tersebut. Bahkan, ia sempat mengusulkan agar stasiun televisi menggunakan tajuk berita “Iran Semakin Putus Asa”. Ketegangan memuncak saat beberapa jurnalis dan fotografer dilarang masuk ke ruang pengarahan, yang kabarnya karena mereka pernah memublikasikan foto Hegseth yang dianggap “tidak menarik”.

Hegseth juga secara spesifik menyerang jaringan berita CNN. Sebagai penutup, ia mengakhiri pidatonya dengan seruan religius, meminta warga Amerika untuk tetap berdoa bagi pasukan AS. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya melayani Tuhan, pasukan, negara, konstitusi, dan Presiden Amerika Serikat. Dengan demikian, retorika agresif Washington ini menandakan bahwa AS belum berencana menghentikan gempuran militer dalam waktu dekat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru