CAPE TOWN, POSNEWS.CO.ID – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengantongi kemenangan hukum penting hari Jumat ini.
Pembekuan Sementara Proses Pemakzulan
Pengadilan Tinggi Western Cape mengabulkan permohonan penghentian sementara sidang pemakzulan Ramaphosa.
Hakim membekukan proses pemakzulan hingga peninjauan hukum atas laporan parlemen selesai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, keputusan ini tidak menghentikan seluruh aktivitas komite pemakzulan.
Komite tetap melanjutkan pekerjaan persiapan administratif untuk persidangan mendatang.
Ramaphosa menyambut gembira putusan hakim tersebut melalui pernyataan resmi kantor kepresidenan.
Ia berjanji memenuhi seluruh proses akuntabilitas hukum yang berlaku.
Ramaphosa menegaskan penghormatan penuh terhadap independensi lembaga peradilan negara.
Akar Skandal Sofa Peternakan Phala Phala
Para anggota parlemen mengawali proses pemakzulan pada bulan Juni lalu.
Langkah ini menyusul penerbitan laporan investigasi khusus milik parlemen.
Laporan tersebut menilai Ramaphosa wajib memberikan penjelasan secara transparan.
Perampok menggasak uang tunai 580 ribu dolar AS dari peternakan Phala Phala pada 2020.
Laporan mempertanyakan alasan Ramaphosa menyimpan uang raksasa di dalam sofa.
Tim penyidik mendalami asal-usul kepemilikan uang asing tersebut.
Mereka menguji legalitas deklarasi mata uang asing milik presiden.
Penyidik juga mempertanyakan alasan Ramaphosa menunda laporan kepolisian.
Oleh karena itu, Ramaphosa mengajukan gugatan hukum guna membatalkan laporan tersebut.
Siasat Partai Politik dan Putusan Mahkamah Konstitusi
Skandal Phala Phala menjadi beban politik terberat Ramaphosa sejak memimpin pada 2018.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan membenarkan validitas laporan parlemen awal tahun ini.
Hakim mengizinkan keberlanjutan proses pemakzulan bagi sang presiden.
Padahal, partai penguasa ANC sempat memenangi pemungutan suara untuk menghadang pemakzulan.
Kini, komite pemakzulan menghimpun perwakilan dari seluruh partai politik parlemen.
Sebagian besar partai politik bersiap mempelajari putusan Pengadilan Tinggi Western Cape.
Mereka mempertimbangkan langkah pengajuan banding resmi ke tingkat hukum lebih tinggi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













