Kopi hingga Kakao Indonesia Jadi Primadona di Korea Import Expo 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM Indonesia mempromosikan produk pangan olahan dan kopi specialty pada Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Posnews/Kemendag)

Pelaku UMKM Indonesia mempromosikan produk pangan olahan dan kopi specialty pada Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Produk pangan olahan dan komoditas pertanian Indonesia mencuri perhatian pembeli internasional pada Korea Import Expo (KIE) 2026 di Coex Exhibition Hall, Seoul, Korea Selatan, 23–25 Juni 2026.

Partisipasi Indonesia menghasilkan potensi transaksi ekspor sebesar USD1,92 juta atau sekitar Rp34,58 miliar.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Seoul dalam memperluas akses pasar produk Indonesia di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan Ali Andika Wardhana mengatakan keikutsertaan Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang kerja sama dagang yang lebih luas.

“Partisipasi ini tidak hanya memperkenalkan produk unggulan Indonesia, tetapi juga memperluas kemitraan dengan importir Korea Selatan. Kami berharap daya saing produk Indonesia semakin kuat di pasar Korea,” ujarnya.

35 Business Matching Dorong Peluang Ekspor

Sementara itu, Atdag RI Seoul Roesfitawati mengungkapkan tingginya minat pasar Korea terhadap produk pangan olahan Indonesia terlihat dari pelaksanaan 35 sesi business matching selama rangkaian pameran.

Baca Juga :  Suami di Serang Diduga Sayat Leher Istri karena Minta Cerai

Produk yang paling banyak diminati meliputi kopi specialty, kakao, dan keripik kentang olahan.

Menurut Roesfitawati, hasil tersebut membuktikan bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar internasional dan memiliki daya saing tinggi.

“Minat pembeli Korea terus meningkat terhadap produk Indonesia yang berkualitas dan bernilai tambah. Ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk,” katanya.

15 UMKM Tampilkan Produk Unggulan

Pada KIE 2026, Indonesia membawa 15 UMKM hasil kurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.

Beragam produk yang dipamerkan antara lain:

  • Kopi specialty
  • Kakao
  • Keripik kentang
  • Buah dan sayuran kering
  • Teh buah
  • Tepung mocaf
  • Biskuit bebas gluten
  • Garam laut
  • Aneka makanan olahan

General Manager PT Pareto Estu Guna, Mochamad Pujiono, mengaku keikutsertaan dalam pameran memberikan dampak positif bagi promosi produk perusahaan.

Menurutnya, produk keripik kentang yang dipamerkan mendapat respons sangat baik dari pengunjung.

“Kami mengikuti tujuh sesi business matching dengan potensi transaksi sekitar USD260 ribu. Kami berharap pendampingan Atdag RI terus berlanjut hingga ekspor ke Korea Selatan terealisasi,” ujarnya.

Importir Korea Optimistis Kerja Sama Makin Besar

Direktur Utama YUJIN FNB Co., Ltd., Seo Byeong Oh, menilai KIE 2026 menjadi ajang efektif untuk memperkuat hubungan bisnis dengan eksportir Indonesia.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu

Ia mengatakan perusahaannya telah menjadi mitra produk pangan Indonesia sejak 2012 karena kualitasnya dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar Korea Selatan.

“Business matching memudahkan kami membahas spesifikasi produk, kapasitas produksi, persyaratan impor, hingga peluang pengembangan produk sesuai kebutuhan pasar,” katanya.

Indonesia Siapkan House of Beans di Seoul

Selain pameran dagang, Indonesia juga mengumumkan rencana pembangunan Indonesia House of Beans (IHoB) pertama di Korea Selatan.

Pusat promosi kopi specialty Indonesia di Seoul itu ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Kehadirannya diharapkan menjadi pusat promosi sekaligus mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir, pemilik kedai kopi, dan pelaku industri kopi Korea Selatan.

Roesfitawati menegaskan, langkah tersebut akan memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor nasional.

Sepanjang Januari–Mei 2026, total perdagangan Indonesia dan Korea Selatan mencapai USD7,61 miliar. Nilai ekspor Indonesia tercatat USD4,05 miliar, sedangkan impor dari Korea Selatan mencapai USD3,56 miliar.

Sementara pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD18,04 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD10,14 miliar dan impor USD7,90 miliar. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Trangsan ke Pasar Dunia, UMKM Rotan Siap Gebrak TEI 2026
Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah
UMKM Banyuwangi Dibidik Pasar Global, Mendag Buka Jalan Ekspor
Ekspor Kakao Indonesia Tembus USD 3,6 Miliar, Hilirisasi Terus Digenjot
Ritel Dituntut Makin Cerdas, Mendag Dorong Adopsi Teknologi
Bundaran HI Bakal Punya Mal Bawah Tanah, MRT Siapkan 25 Tenant
UMKM RI Ekspor Keripik Buah-Tempe ke Chile, Pesanan Capai Rp510 Juta
Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:04 WIB

Dari Trangsan ke Pasar Dunia, UMKM Rotan Siap Gebrak TEI 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Menhub Hadir Bersama Mitra Gojek, Lepas 70 Driver Legend Menuju Baitullah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:53 WIB

UMKM Banyuwangi Dibidik Pasar Global, Mendag Buka Jalan Ekspor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Ekspor Kakao Indonesia Tembus USD 3,6 Miliar, Hilirisasi Terus Digenjot

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Ritel Dituntut Makin Cerdas, Mendag Dorong Adopsi Teknologi

Berita Terbaru