Gapki Sebut B50 Tidak Akan Ganggu Ekspor Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menjamin ketersediaan bahan baku minyak sawit mentah nasional. Pihak asosiasi memastikan pasokan minyak sawit (CPO) siap menyokong program mandatori biodiesel 50 persen atau B50.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono memberikan penjelasan mengenai kesiapan industri hulu menjelang peluncuran program ini. Menurutnya, skema penyerapan untuk program ramah lingkungan ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar domestik.

Volume Bahan Baku Berada pada Batas Aman

Eddy meyakini bahwa kebutuhan bahan baku CPO untuk kebijakan baru ini masih berada dalam batas aman. Sebab, kemampuan produksi kelapa sawit nasional saat ini sangat mumpuni untuk memenuhi target itu.

Pemerintah bersiap menggulirkan program mandatori B50 ini secara resmi mulai awal bulan Juli 2026 depan.

“Kebutuhan CPO selama enam bulan pertama hanya mencapai sekitar 1,74 juta ton,” ungkap Eddy.

Oleh karena itu, Eddy sangat optimis kebijakan baru ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar dalam negeri.

Pengaruh Damai Amerika Serikat dan Iran

Di sisi lain, harga minyak sawit mentah dunia mengalami penurunan tipis baru-baru ini. Eddy menjelaskan bahwa redanya ketegangan geopolitik global memicu penurunan harga komoditas ekspor itu.

Baca Juga :  Dua Begal Motor Ditangkap Warga Usai Rampas HP di Daan Mogot

“Harga CPO sedikit turun semenjak kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran bergulir,” terangkan Eddy.

Meskipun begitu, penurunan harga ini masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu kinerja industri.

Prioritas Utama Ekspor dan Devisa Negara

Meskipun pasokan jangka pendek aman, Gapki meminta pemerintah tetap mengawasi kinerja ekspor nasional. Eddy berharap pemerintah terus mendorong produktivitas petani sawit di sektor hulu secara berkelanjutan.

Peningkatan produksi sawit sangat penting agar mandatori biodiesel tidak memotong jatah ekspor luar negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat menjaga penerimaan devisa negara tetap stabil di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nanik S. Deyang Mundur karena Sakit, Reza Indragiri Singgung Isu Malingering
Bareskrim Bongkar Pabrik Whip Pink, Dua Bos Ayah-Anak Jadi Tersangka
Prabowo Teken Keppres Baru, Kuntadi Isi Kursi Jampidsus Kejagung
Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa
Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek
Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa
Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:52 WIB

Nanik S. Deyang Mundur karena Sakit, Reza Indragiri Singgung Isu Malingering

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:42 WIB

Bareskrim Bongkar Pabrik Whip Pink, Dua Bos Ayah-Anak Jadi Tersangka

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:32 WIB

Prabowo Teken Keppres Baru, Kuntadi Isi Kursi Jampidsus Kejagung

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:14 WIB

Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN

Berita Terbaru