Prabowo Ajak Bangsa Bersatu, Tekankan Hasil Nyata dan Tindak Tegas Kasus Bullying

Senin, 17 November 2025 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berada di ruang kelas bersama pelajar SMPN 4 Bekasi. (Posnews/Satpres)

Presiden Prabowo Subianto berada di ruang kelas bersama pelajar SMPN 4 Bekasi. (Posnews/Satpres)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah sangat memperhatikan kondisi rakyat miskin termasuk sarana pendidikannya dengan tindakan nyata, bukan banyak omong yang tidak ada hasilnya. 

Presiden Prabowo Subianto menyerukan seluruh elemen bangsa bersatu mempercepat kesejahteraan rakyat, bukan larut dalam perdebatan kosong yang hanya membuang waktu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa rakyat membutuhkan tindakan cepat, bukan janji atau omongan panjang lebar.

“Rakyat membutuhkan hasil yang cepat. Tidak boleh terlalu banyak omon-omon. Kita harus membawa hasil yang cepat kepada rakyat kita,” tegas Prabowo saat meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).

Prabowo mengungkapkan masih banyak masyarakat hidup dalam kesulitan. Ia menyoroti anak-anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan karena masalah ekonomi keluarga, dan menyebut kondisi tersebut tidak pantas terjadi di negara merdeka abad ke-21.

Baca Juga :  Prabowo Saksikan Perdamaian Gaza di Mesir, Trump Restui Hamas Jaga Keamanan Gaza

“Saya tidak rela di abad ke-21 ini masih ada rakyat kita yang hidupnya sangat sulit, anak-anak yang sekolah tidak makan,” ujarnya lantang.

Sebagai solusi, Prabowo mendorong percepatan digitalisasi pendidikan. Pemerintah, kata dia, siap membangun sekolah terintegrasi dengan fasilitas modern agar setara dengan negara maju.

Langkah ini diyakini mampu menutup ketimpangan kualitas pendidikan, mulai dari minimnya guru hingga keterbatasan sarana di daerah.

“Rencana saya, kita akan membuat sekolah terintegrasi dengan fasilitas modern, sama dengan sekolah yang ada di negara-negara maju,” pungkasnya.

Prabowo Soroti Bullying: “Itu Harus Kita Atasi”

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyoroti maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah. Ia menekankan bahwa perundungan tidak boleh dibiarkan dan harus ditangani dengan cepat dan tegas.

Baca Juga :  Modus Lapak Besi Tua, Polisi Gerebek Gudang Curanmor di Narogong - 5 Unit Diamankan

“Itu harus kita atasi,” tegasnya menjawab pertanyaan awak media.

Sorotan ini muncul setelah kasus bullying terbaru yang menelan korban jiwa, yaitu MH (13), siswa SMP di Tangerang Selatan. MH mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (16/11), akibat luka serius di kepala.

Sejak awal tahun ajaran, MH diduga menjadi korban perundungan teman sekelasnya sejak masa MPLS. Menurut ibunya, Y (38), intimidasi yang diterima MH bukan hanya ejekan, tetapi juga kekerasan fisik yang terus berulang hingga merenggut nyawanya.

Kasus ini memicu perhatian nasional dan mendorong pemerintah menegaskan komitmen memperbaiki keamanan sekolah lewat pendidikan modern dan pengawasan ketat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB