Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Misi diplomasi budaya. Kaisar Jepang Naruhito memulai kunjungan kenegaraan ke Belanda dan Belgia untuk mempererat persahabatan pascaperang. Dok: Istimewa.

Misi diplomasi budaya. Kaisar Jepang Naruhito memulai kunjungan kenegaraan ke Belanda dan Belgia untuk mempererat persahabatan pascaperang. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako bertolak menuju Eropa pada hari Sabtu ini. Langkah taktis ini menandai kunjungan kenegaraan resmi keempat mereka sejak naik takhta kekaisaran Jepang.

Sementara itu, kunjungan selama dua pekan tersebut menyasar negara Belanda dan Belgia secara berurutan. Pasangan kekaisaran akan menghadiri berbagai upacara penyambutan dan perjamuan makan malam dari para raja setempat.

Dengan demikian, perjalanan ini mengakhiri penantian kunjungan ke Belanda selama 13 tahun. Kaisar juga baru mengunjungi Belgia kembali setelah penantian selama 27 tahun.

Sambutan Hangat dari Kerajaan Belanda

Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima akan menjamu rombongan kekaisaran di kota Amsterdam. Selain itu, Kaisar juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten di Den Haag.

Mereka juga akan mengunjungi gedung parlemen Belanda untuk mempererat komunikasi bilateral.

Refleksi Sejarah dan Penghormatan Korban Perang

Kaisar Naruhito berharap perjalanan ini dapat memperdalam jalinan persahabatan antarmasyarakat secara berkelanjutan. Meskipun begitu, ia mengingatkan publik untuk tidak melupakan sejarah kelam masa lalu secara sepihak.

Baca Juga :  Diplomasi Buntu di Pakistan: Negosiasi AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai Permanen

Pernyataan bijak ini merujuk pada masa invasi militer Jepang di Hindia Belanda dahulu. Oleh karena itu, Kaisar akan meletakkan karangan bunga di monumen peringatan perang untuk menghormati para korban.

Peringatan Seratus Enam Puluh Tahun Hubungan Belgia

Rombongan kekaisaran akan melanjutkan perjalanan menuju kota Brussels pada tanggal 20 Juni mendatang. Sebab, tahun ini menandai perayaan 160 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Belgia.

Raja Philippe dan Ratu Mathilde siap memberikan penyambutan hangat bagi rombongan kekaisaran tersebut. Pada akhirnya, Kaisar dan Permaisuri akan kembali mendarat di Jepang pada tanggal 26 Juni malam.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB