Kurir Residivis Ekstasi Ratusan Ribu Butir Ditangkap Bareskrim, Usai Kecelakaan di Tol Lampung

Senin, 24 November 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurir ribuan pil ekstasi ditangkap Bareskrim Polri di Tangerang. (Posnews/Ist)

Kurir ribuan pil ekstasi ditangkap Bareskrim Polri di Tangerang. (Posnews/Ist)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Ribuan butir ekstasi yang disita polisi dari mobil kurir di Tol Lampung usai kecelakaan mengindikasikan, jaringan narkoba masih mudah melinas di Pelabuhan Merak-Bakauheni tanpa tercium aparat.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri hingga kini masih melakukan pendalaman usai membekuk kurir yang membawa ratusan ribu butir ekstasi setelah mobil yang dikendarainya terlibat kecelakaan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan penangkapan terhadap kurir bernama Muhamad Rafi dilakukan di kawasan Sangereng, Ranca Buaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Kami menangkap kurir yang kabur usai kecelakaan di Jalan Tol Trans-Sumatera KM 136B, Lampung. Kurir ini membawa narkotika jenis ekstasi dalam jumlah besar,” ujar Eko, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  Sinners, Kuda Hitam yang Mengancam Dominasi Golden Globes
Barang bukti enam tas berisi ratusan ribu butir ekstasi diamankan polisi.
Barang bukti enam tas berisi ratusan ribu butir ekstasi diamankan polisi.

Ratusan Ribu Butir Ekstasi

Eko menegaskan penyidik menemukan 207.529 butir ekstasi yang disimpan tersangka dalam enam tas. Polisi juga memastikan Rafi adalah residivis kasus narkoba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku pernah terjerat kasus sabu 0,5 gram dan divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tangerang pada April 2013,” tambahnya.

Selain menangkap kurir, penyidik kini bergerak cepat memburu pengendali jaringan yang memerintahkan Rafi mengirim barang haram tersebut.

Baca Juga :  Hujan Petir Diprediksi Guyur Jabodetabek 22 Oktober, Warga Diminta Siaga

Sebelumnya, kecelakaan itu terjadi di KM 136B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung, Kamis (20/11/2025) pukul 05.35 WIB. Mobil Nissan X-Trail yang terlibat ternyata membawa sejumlah tas berisi paket narkoba.

Polisi menemukan satu tas di dalam mobil, satu di badan jalan, dan empat tas lain dibuang ke luar jalur tol. Pembuangan tas itu diduga dilakukan pelaku untuk menghilangkan barang bukti sebelum kabur.

Dari tas-tas tersebut, penyidik mengamankan 34 bungkus ekstasi dengan total 75.000 butir, sementara jumlah pastinya masih dihitung. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB