Macron Peringatkan Zelenskyy, AS Berpotensi Khianati Ukraina Demi Wilayah

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

EMasa depan yang abu-abu. Memasuki tahun kelima konflik, tekanan Washington untuk mengakhiri perang sebelum musim panas berbenturan dengan perbedaan prinsipil mengenai wilayah dan arsitektur keamanan Eropa. Dok: Istimewa.

EMasa depan yang abu-abu. Memasuki tahun kelima konflik, tekanan Washington untuk mengakhiri perang sebelum musim panas berbenturan dengan perbedaan prinsipil mengenai wilayah dan arsitektur keamanan Eropa. Dok: Istimewa.

BERLIN, POSNEWS.CO.ID – Sebuah laporan mengejutkan mengguncang panggung diplomasi Eropa. Majalah ternama Jerman, Der Spiegel, membocorkan isi pembicaraan sensitif antara para pemimpin Eropa dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin lalu.

Inti pembicaraan tersebut menyoroti ketidakpercayaan Eropa terhadap langkah Amerika Serikat (AS). Secara khusus, Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan peringatan keras kepada Zelenskyy.

Menurut bocoran tersebut, Macron menyebut fase negosiasi saat ini menyimpan “bahaya besar”. Ia khawatir AS akan mengkhianati Ukraina dalam masalah wilayah tanpa memberikan kejelasan mengenai jaminan keamanan masa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanselir Jerman: “Mereka Memainkan Permainan”

Kekhawatiran Macron mendapat dukungan penuh dari pemimpin lain. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, turut menyuarakan keraguan mendalam terhadap pendekatan Washington.

Baca Juga :  Sains di Balik Cahaya Abadi: Evolusi Teknologi dan Sejarah Obor Olimpiade

“Mereka sedang memainkan permainan dengan Anda dan kami,” ujar Merz kepada Zelenskyy, sebagaimana dikutip oleh majalah tersebut.

Komentar tajam ini merujuk pada misi diplomatik terbaru AS. Pasalnya, utusan Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, baru saja melakukan kunjungan ke Moskow minggu ini. Eropa curiga AS sedang menyusun kesepakatan di belakang punggung mereka.

“Jangan Tinggalkan Volodymyr Sendirian”

Selain itu, Presiden Finlandia Alexander Stubb ikut angkat bicara. Meskipun dikenal memiliki hubungan baik dengan Trump lewat hobi golf, Stubb tetap waspada.

“Kita tidak boleh membiarkan Ukraina dan Volodymyr sendirian bersama orang-orang ini,” tegas Stubb.

Bahkan, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang biasanya memuji Trump di depan umum, kali ini setuju. Ia menekankan perlunya perlindungan kolektif bagi pemimpin Ukraina tersebut di tengah tekanan negosiasi yang berat.

Bantahan Istana dan Konfirmasi Peserta

Reaksi terhadap bocoran ini beragam. Istana Élysée membantah kutipan yang diatribusikan kepada Macron. Sebaliknya, kantor Zelenskyy dan Merz memilih bungkam.

Baca Juga :  Gebrakan Fiskal Takaichi: Penundaan Pajak Pangan

Namun, Der Spiegel mengklaim telah berbicara dengan beberapa peserta panggilan tersebut. Dua sumber mengonfirmasi bahwa pertemuan itu benar terjadi dan pernyataan para pemimpin telah mereka reproduksi secara akurat.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahaya perdamaian yang dipaksakan. “Perdamaian yang didiktekan akan menjadi bencana bagi Eropa,” ujarnya di parlemen.

Seruan Kemandirian Eropa

Pada akhirnya, situasi ini memicu seruan kemandirian yang lebih kuat. Friedrich Merz menulis kolom opini di harian Frankfurter Allgemeine Zeitung. Ia mendesak penggunaan aset negara Rusia yang membeku untuk mendukung Ukraina.

Tegasnya, Merz menolak jika negara non-Eropa menentukan nasib keuangan benua tersebut. “Apa yang kita putuskan sekarang akan menentukan masa depan Eropa,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru