Mahasiswa Unud Tewas Lompat dari Lantai 4, Pesan WhatsApp Sadis Bikin Publik Murka

Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Perundungan. Dok: JPPI

Ilustrasi, Perundungan. Dok: JPPI

DENPASAR, POSNEWS.CO.ID – Tragedi memilukan kembali mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus segera dibenahi instansi terkait. Terutama bimbingan dari guru/dosen hingga aturan di sekolah/kampus.

Seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah tewas tragis setelah melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Unud, Rabu (15/10/2025).

Peristiwa mengenaskan ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam, tetapi juga memantik kemarahan publik lantaran diduga kuat dipicu aksi perundungan (bullying) di lingkungan kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama setelah kejadian, tragedi ini viral di media sosial. Publik dibuat geram oleh tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang memperlihatkan komentar sinis dan tanpa empati dari sejumlah mahasiswa.

Beberapa komentar tersebut terdengar sangat kejam dan merendahkan korban, di antaranya:

“Badan gorbon gitu mau diangkat.”
“Mentalnya gak kuat.”
“Nanggung banget bunuh diri di lantai 2.”

Akibatnya, gelombang kemarahan membanjiri media sosial. Banyak netizen menilai komentar itu sebagai cermin hilangnya rasa kemanusiaan di lingkungan kampus.

Selain itu, sejumlah pihak juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perilaku mahasiswa yang dinilai semakin bebas tanpa etika di ruang digital.

Baca Juga :  Asal-Usul Kata OK: Lelucon Salah Eja yang Menjadi Kata Paling Populer Sedunia

Pelaku Bully Akhirnya Minta Maaf

Setelah video dan tangkapan layar tersebut viral, para mahasiswa yang diduga terlibat akhirnya membuat video permintaan maaf. Dalam video berdurasi singkat itu, mereka mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Namun demikian, warganet tetap menilai permintaan maaf itu tidak cukup untuk menebus kehilangan nyawa.

“Maaf gampang diucap, tapi luka yang ditinggalkan gak akan sembuh,” tulis salah satu komentar di platform X.

Reaksi publik semakin kuat karena mereka menilai budaya perundungan di kampus telah menjadi masalah sistemik yang selama ini diabaikan.

Rektor Unud Sampaikan Duka dan Seruan Empati

Menanggapi tragedi ini, Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang aman dan berempati.

“Mari bersama menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi penting untuk menumbuhkan empati dan kepedulian antar sesama sivitas akademika,” ujar Sudarsana dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/10/2025).

Baca Juga :  Menakar 15 Tahun Kepemimpinan Tim Cook di Puncak Apple

Selain itu, Sudarsana juga mengimbau seluruh mahasiswa agar lebih bijak menggunakan media sosial, serta menjunjung tinggi etika, kesantunan, dan tanggung jawab moral di setiap aktivitas digital.

Publik Tuntut Keadilan

Sementara itu, gelombang tuntutan keadilan terus mengalir. Banyak pihak meminta Unud dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar.

“Kasus ini harus diselidiki sampai selesai. Jangan biarkan korban bullying terus berjatuhan di kampus-kampus,” ujar salah satu aktivis mahasiswa Bali dengan nada tegas.

Para pengamat pendidikan juga menilai tragedi ini sebagai puncak dari lemahnya pengawasan terhadap kekerasan psikologis di lingkungan akademik.

Timothy Anugerah diketahui mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi FISIP Unud. Rekan-rekannya mengenang Timothy sebagai mahasiswa cerdas, pendiam, dan rajin membantu teman-temannya dalam tugas kelompok.

Kini, kematian Timothy menjadi alarm keras bagi seluruh perguruan tinggi agar segera menindak tegas pelaku perundungan dan membangun budaya empati di lingkungan akademik. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Hendak Kabur Saat Ditangkap, Anggota KKB HSSBI Dilumpuhkan di Dekai
Polisi Tahan Adam Deni, Diduga Rusak Ruko dan Intimidasi Satpam Pakai Airsoft Gun
Aksi Terekam CCTV, Pemuda 19 Tahun Bobol Rumah Teman Sendiri di Bekasi

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:39 WIB

BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:21 WIB

Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG

Berita Terbaru

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB