Melawan Pakai Mandau, Bareskrim Hadiahi Timah Panas Gembong Narkoba Pembunuh 3 Polisi

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri mengawal tiga tersangka sindikat narkoba, termasuk bandar Bio, usai ditangkap di Samarinda terkait dugaan pembunuhan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. (Posnews/Bareskrim Polri)

Petugas Bareskrim Polri mengawal tiga tersangka sindikat narkoba, termasuk bandar Bio, usai ditangkap di Samarinda terkait dugaan pembunuhan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri akhirnya membekuk tiga anggota sindikat narkoba yang diduga menyerang hingga menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah.

Ketiga pelaku terpaksa di lumpuhkan dengan timah panas di Samarinda, Kalimantan Timur, setelah sempat menyerang petugas menggunakan mandau saat hendak ditangkap.

Ketiga tersangka berinisial Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu kini telah diamankan di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, ketiganya merupakan bagian dari jaringan narkoba yang diduga bertanggung jawab atas tewasnya tiga polisi saat operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan.

“Ada tiga anggota sindikat narkoba yang diduga melakukan pembunuhan terhadap tiga anggota Polri di Katingan. Bandar utamanya bernama Bio, sedangkan dua lainnya Ramblan alias Busu dan Perie,” ujar Eko, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga :  Begal Sadis Bacok Pria di Koja hingga Luka Parah, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Pelaku Melawan dengan Mandau

Operasi penangkapan dipimpin Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Kelly L.

Saat hendak diamankan, ketiga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis mandau.

Akibatnya, petugas memberikan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan para pelaku.

“Saat ditangkap, ketiganya melawan menggunakan mandau sehingga kami memberikan tindakan tegas dan terukur,” kata Eko.

Bandar Utama Berhasil Dibekuk

Kombes Handik menegaskan Bio merupakan bandar utama dalam jaringan narkoba tersebut.

Penangkapan itu merupakan hasil pengejaran intensif yang dilakukan tim Bareskrim Polri setelah mengumpulkan berbagai informasi di lapangan.

“Yang pertama Bio sebagai bandar utama, kemudian Ramblan alias Busu dan Perie,” ujar Handik.

Selain menangkap para tersangka, polisi menyita sebilah mandau yang diduga digunakan untuk menyerang aparat saat proses penangkapan.

Tiba di Jakarta dengan Pengawalan Ketat

Ketiga tersangka tiba di Jakarta pada Kamis (9/7/2026) malam. Polisi langsung membawa mereka ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diperiksa lebih lanjut di Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Baca Juga :  Modus Pemerasan Bupati Pati, KPK Sita Karung Beras Berisi Uang Pemerasan Jabatan Desa

Dalam video yang beredar, para tersangka terlihat turun dari kendaraan dengan tangan diborgol menggunakan cable ties.

Petugas kemudian membawa mereka menggunakan kursi roda karena mengalami luka pada bagian kaki setelah tindakan tegas saat penangkapan.

Tiga Polisi Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba

Kasus ini bermula saat tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam operasi penindakan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketiga anggota polisi diduga diserang saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Peristiwa itu memicu pengejaran besar-besaran hingga akhirnya Bareskrim Polri berhasil membekuk para pelaku.

Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, membongkar jaringan narkoba yang lebih luas, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Bareskrim Polri dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk mengungkap kronologi lengkap, barang bukti, dan konstruksi perkara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Febrie Klaim 40 Aturan Dilanggar, Putusan Praperadilan Dinanti
Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura
BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek 25 Agustus 2026 dengan potensi hujan lokal di wilayah Bogor.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jabodetabek Cerah, Bogor Dibayangi Hujan! Suhu Tembus 34°C

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:09 WIB

Pemerintah Jepang berjanji memberikan dukungan kepada Presiden ICC Tomoko Akane setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi, meski respon Tokyo sempat menuai kritik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:00 WIB