BNPB: Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, TNBTS Masih Ditutup

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla Bromo Meluas, 742 Hektare TNBTS Terbakar, Water Bombing Terus Digencarkan. (Posnews/BPBD Jatim)

Karhutla Bromo Meluas, 742 Hektare TNBTS Terbakar, Water Bombing Terus Digencarkan. (Posnews/BPBD Jatim)

MALANG, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus menjadi ancaman serius.

Hingga Senin, 10 Agustus 2026, luas area yang terdampak telah mencapai 742,70 hektare, sementara tim gabungan masih berjibaku mencegah api kembali menyala.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendataan luasan area terbakar masih terus diperbarui karena kondisi di lapangan terus berkembang.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa kebakaran mulai terjadi pada 3 Agustus 2026 dan sempat memunculkan 34 titik api di sejumlah lokasi kawasan TNBTS.

Sejak itu, petugas gabungan terus melakukan pemadaman, penyisiran, dan pemantauan untuk menekan penyebaran api.

Water Bombing Digencarkan

Dalam perkembangan terbaru, titik api di kawasan P30 dan Dingklik sudah tidak terpantau. Namun, operasi darat masih berlangsung di Ranupani, yang menjadi salah satu fokus penanganan.

Baca Juga :  Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Selain itu, BNPB terus mengerahkan operasi udara. Pada 10 Agustus 2026, helikopter melakukan sembilan kali water bombing dengan total 24.000 liter air yang dijatuhkan ke area terdampak.

“Kita tidak hanya mengejar api padam, tetapi juga memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali. Setelah pemadaman, pemantauan akan terus dilakukan sebelum kawasan dibuka kembali,” kata Suharyanto, Selasa (11/8/2026).

Bara Api Masih Diwaspadai

Suharyanto menegaskan bahwa operasi darat tetap menjadi kunci pengendalian karhutla meskipun water bombing telah dilakukan.

Tim di lapangan harus melakukan pendinginan dan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Karena itu, kawasan TNBTS masih ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Baca Juga :  PDIP Pecat Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Usai Viral Ingin Rampok Uang Negara

Penutupan dilakukan untuk melindungi wisatawan sekaligus memberi ruang bagi petugas melakukan pemadaman dan pemantauan tanpa gangguan.

Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Bromo Masih Siaga

Karhutla di TNBTS menjadi perhatian nasional karena kawasan tersebut merupakan wilayah konservasi sekaligus destinasi wisata unggulan Indonesia.

Pengendalian api, perlindungan ekosistem, serta pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama pemerintah.

BNPB bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola TNBTS, dan unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Suharyanto juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lahan terbuka dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api, terutama saat cuaca kering yang membuat api lebih cepat menyebar,” tegasnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga
Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari
Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal
Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 07:34 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Senin, 14 September 2026 - 06:12 WIB

Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar

Senin, 14 September 2026 - 06:01 WIB

Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB