Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) memasuki babak baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memburu jejak aliran dana yang diduga mengalir kepada selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar, termasuk kemungkinan penggunaan nomine untuk menyamarkan identitas penerima uang.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyidik masih menelusuri seluruh jalur transaksi yang berkaitan dengan proyek pengadaan iklan Bank BJB tahun anggaran 2021–2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, di antaranya kami juga mendalami terkait itu,” ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/8/2026) malam.

Baca Juga :  Hati-hati! Jual atau Pinjamkan Rekening Tetap Bisa Dipidana

Menurut dia, penyidik menduga dana tersebut tidak selalu mengalir langsung kepada pihak yang dituju.

KPK sedang menguji kemungkinan adanya penggunaan nama orang lain sebagai nomine untuk menyembunyikan penerima manfaat sebenarnya.

“Sedang kami telusuri apakah penggunaan nomine ini berkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang saat ini masih didalami,” katanya.

Dugaan Aliran Dana Meluas

Penelusuran KPK tidak berhenti pada dugaan aliran uang kepada Lisa Mariana. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya dana yang mengalir ke sejumlah pihak di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023.

KPK menetapkan lima tersangka pada 13 Maret 2025, yakni mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Widi Hartoto (WH) selaku Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen, serta tiga pengendali agensi periklanan Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (SUH), dan Elang Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Baca Juga :  Prabowo Murka, Ibu Hamil dan Bayinya Tewas Ditolak 4 RS di Papua - Presiden Minta Audit Total

Penyidik memperkirakan praktik korupsi yang melibatkan enam agensi periklanan itu menyebabkan kerugian negara sekitar Rp223 miliar.

Empat Tersangka Ditahan

Pada 10 Agustus 2026, KPK menahan empat tersangka: Widi Hartoto, Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Elang Sophan Jaya Kusuma.

Sementara itu, Yuddy Renaldi belum ditahan karena masih menjalani perawatan medis.

KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 dan menyita sejumlah kendaraan. Ridwan Kamil kemudian diperiksa sebagai saksi pada 2 Desember 2025.

KPK masih menelusuri aliran dana, termasuk dugaan penggunaan nomine dan pihak lain dalam kasus korupsi Bank BJB. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop
Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:34 WIB

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB