Menkop Tinjau Persiapan Peluncuran 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Siap Diresmikan Presiden Prabowo

Senin, 21 Juli 2025 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (20/7/2025).

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (20/7/2025).

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID — Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau langsung persiapan akhir peluncuran 80 ribu lebih Koperasi Desa (Kopdes) atau Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih, yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan ke Kopdes Merah Putih Bentangan, Klaten, pada Sabtu (20/7/2025), Budi Arie mengungkapkan bahwa peresmian ini akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia secara daring.

Peluncuran akan melibatkan lebih dari 80 ribu Kopdes/Kopkel Merah Putih yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Saat ini sudah ada 81.140 unit Kopdes/Kopkel Merah Putih yang terbentuk, dengan 80.048 unit di antaranya telah berbadan hukum. Ini menandakan bahwa Kopdes/Kopkel Merah Putih sudah siap beroperasi,” ujar Budi Arie melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Penguatan Sistem dan Digitalisasi Kopdes

Budi Arie menegaskan bahwa setelah resmi diluncurkan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) akan terus memperkuat sistem Kopdes/Kopkel melalui digitalisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami akan memperkuat sistem digital Kopdes, termasuk menyiapkan manajer koperasi yang mampu membina Kopdes sebagai inkubator startup di desa. Ini bagian dari penguatan kapasitas SDM, baik bagi pengelola, pengurus, maupun pengawas koperasi,” jelasnya.

Selain itu, Kemenkop juga tengah menyiapkan sistem pengawasan koperasi berbasis partisipasi masyarakat atau public control untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas Kopdes Merah Putih.

Baca Juga :  Cara Ambil BSU Rp600.000 di Kantor Pos, Jangan Lewatkan Deadline 6 Agustus 2025!

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengawasan partisipatif penting untuk memastikan koperasi ini berjalan dengan sehat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” tambahnya.

Konsolidasi Jaringan Koperasi Nasional

Budi Arie juga menekankan pentingnya konsolidasi dalam jaringan koperasi nasional. Ia meyakini banyak potensi lokal yang bisa disinergikan antar Kopdes di berbagai daerah untuk memperkuat perekonomian desa.

“Banyak potensi di daerah yang bisa kita sinergikan lewat Kopdes Merah Putih. Ini momentum memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi,” katanya.

Bus Digitalisasi Kopdes Merah Putih

Menariknya, dalam kunjungan tersebut, Budi Arie juga memperkenalkan armada bus Kopdes/Kopkel Merah Putih, sebagai bagian dari upaya digitalisasi.

Baca Juga :  Drama Internal Memuncak, KH Zulfa Mustofa Resmi Jadi Pj Ketum PBNU - Gantikan Gus Yahya

Bus ini dirancang sebagai media edukasi keliling ke desa-desa dan dilengkapi fasilitas untuk program podcast yang akan menyosialisasikan eksistensi dan manfaat Kopdes kepada masyarakat luas.

“Bus mobile ini akan menjangkau desa-desa untuk memberikan informasi terkait manfaat Kopdes Merah Putih. Kepala desa bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memperkenalkan koperasi kepada warganya,” pungkas Budi Arie.

Dengan kesiapan yang sudah matang ini, Kopdes/Kopkel Merah Putih diharapkan menjadi pilar baru dalam penguatan ekonomi desa, sekaligus memperluas inklusi koperasi hingga ke tingkat kelurahan dan desa di seluruh pelosok negeri.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?
Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?
Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter
Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?
Pencuri HP di Masjid Istiqlal Sudah 3 Kali Beraksi, Modus Dorong Jemaah
Anarki adalah Apa yang Dibuat Negara Darinya: Mengubah Wajah Persaingan Menjadi Kerja Sama
Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Dini Hari Ini, Menhub Pastikan Kapal Siaga Penuh

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:54 WIB

Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:18 WIB

Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:14 WIB

Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:09 WIB

Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:06 WIB

Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?

Berita Terbaru