Drama Internal Memuncak, KH Zulfa Mustofa Resmi Jadi Pj Ketum PBNU – Gantikan Gus Yahya

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH Zulfa Mustofa saat ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU dalam Rapat Pleno di Hotel Sultan Jakarta. (Posnews/Ist)

KH Zulfa Mustofa saat ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum PBNU dalam Rapat Pleno di Hotel Sultan Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Drama panas di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya meledak ke permukaan. Namun kedua belah pihak masih tetap pada pendiriannya bahwa masing-masing merasa yang sah memimpin PBNU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Senin malam (9/12/2025), langsung menugaskan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum (Pj Ketum) PBNU untuk menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang sebelumnya diberhentikan Syuriah.

Keputusan itu seketika diumumkan oleh Rais Syuriyah PBNU, Mohammad Nuh, berdasarkan mandat dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia menegaskan bahwa pleno memutuskan Zulfa memimpin PBNU hingga Muktamar 2026.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 9 Februari 2026, BMKG Prediksi Berawan dan Hujan Ringan

“Yang mulia KH Zulfa Mustofa kami tetapkan sebagai Pj Ketum PBNU,” ujar Mohammad Nuh.

Syuriyah Angkat Suara: Supremasi Harus Dikembalikan

Rais Aam KH Miftachul Akhyar membuka pleno dan menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya mengembalikan supremasi Syuriyah, yang menurutnya selama ini kerap “digiring” Tanfidziyah.

“Syuriyah ini sering dibujuki Tanfidziyah. Sekarang saatnya kita menegaskan kembali posisi Syuriyah sebagai owner NU,” tegasnya.

Pleno itu turut dihadiri jajaran puncak PBNU, mulai dari Wakil Rais Aam, para Rais Syuriyah, hingga tokoh senior PBNU lainnya.

Gus Ipul: Konsesi Tambang PBNU Tidak Boleh Jadi Rebutan

Di sisi lain, Sekjen PBNU Gus Ipul mengingatkan keras agar konsesi tambang PBNU tidak dijadikan rebutan pihak manapun. Ia menegaskan bahwa konsesi tersebut merupakan aset strategis yang wajib dikelola transparan dan melalui musyawarah internal.

Baca Juga :  Polda Riau Gagalkan Narkoba Rp31 Miliar Jaringan Malaysia, 40 Ribu Ekstasi Disita

“Tambang ini aset strategis NU. Tidak layak diperebutkan. Semua harus dibahas terbuka dan sesuai ketentuan,” tegasnya di Hotel Sultan.

Gus Ipul menambahkan bahwa seluruh manfaat hasil tambang wajib kembali kepada warga NU, organisasi, dan pesantren, bukan kepada kelompok tertentu. Ia menegaskan pengelolaan tambang akan diberikan kepada pihak profesional.

“Konsesi tambang ini bukan milik orang per orang, bukan milik kelompok. Ini aset jam’iyah. Maka tata kelolanya wajib transparan,” tutupnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak Kosong, Kemenimipas Telusuri Barang
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan
Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan
Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:07 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:56 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 05:53 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan

Kamis, 24 September 2026 - 20:10 WIB

Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

DAERAH

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi, warga Jabodetabek diminta mewaspadai perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi.(Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Hari Ini 27 September, Jabodetabek Berpotensi Hujan Deras

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:11 WIB