Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam Dok: Istimewa.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, YERUSALEM — Seorang anggota parlemen ekstremis Israel dalam koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka menyerukan pembunuhan 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam. Pernyataan ini muncul ke publik pada Minggu dan langsung menyebar luas lewat media Palestina.

Pernyataan Kontroversial dalam Podcast

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyampaikan pernyataan tersebut saat berbicara dengan mantan sandera Gaza, Rom Braslavski, dalam podcast milik Braslavski. Keduanya membahas pemulihan Israel pascaserangan Hamas 7 Oktober 2023, ketika Ben-Gvir mengkritik pengurangan serangan Israel di Gaza baru-baru ini.

Ben-Gvir menegaskan ketidaksepakatannya dengan perdana menteri secara terbuka. Ia menyerukan pembunuhan tertarget terhadap 30 hingga 40 orang setiap malam, tidak terbatas pada mereka yang menimbulkan ancaman langsung. Ia bahkan menyebut sebagian warga Gaza “tidak layak hidup” dan “bukan manusia”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, pernyataan serupa dari Ben-Gvir dan pejabat Israel lain telah menuai kecaman luas. Banyak pernyataan tersebut diajukan ke pengadilan dunia PBB sebagai bukti niat genosida, meski Israel membantah tuduhan genosida di Gaza.

Menguatnya Ideologi Ekstrem Menjelang Pemilu

Media domestik Israel nyaris tidak memberitakan pernyataan ini. Kondisi ini mencerminkan bagaimana ideologi yang dulunya dianggap pinggiran, seperti milik Ben-Gvir, kini semakin menguat menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober.

Baca Juga :  USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Sosok seperti Ben-Gvir semakin populer di kalangan warga Israel sejak serangan brutal Hamas pada 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang. Banyak sandera menceritakan kelaparan berkepanjangan serta pelecehan fisik dan psikologis selama penyanderaan.

Meski tidak memiliki kendali atas militer dan tidak dapat memerintahkan serangan ke Gaza, Ben-Gvir kini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Israel. Ia mengendalikan bagian penting aparat keamanan negara, termasuk penjara tempat ribuan warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat ditahan, serta kepolisian nasional.

Ben-Gvir sebelumnya juga membanggakan pengurangan jatah makanan bagi tahanan Palestina. Mahkamah tertinggi Israel memutuskan pada 2025 bahwa layanan penjara di bawah Ben-Gvir merampas hak diet minimum tahanan Palestina.

Konteks Pengurangan Serangan dan Usulan Emigrasi

Hingga baru-baru ini, Israel menyerang Gaza hampir setiap hari. Serangan ini menewaskan lebih dari 1.250 orang sejak kesepakatan gencatan senjata Oktober berlaku, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Militer Israel, yang menyebut serangannya menargetkan militan Hamas, tampak mengurangi serangan sebagai konsesi diam-diam kepada Presiden Trump. Langkah ini muncul setelah Netanyahu menolak upaya terbaru Trump memajukan gencatan senjata. Media Israel pekan lalu melaporkan kewenangan melancarkan serangan kini terbatas pada kepala staf angkatan bersenjata, langkah yang memicu kemarahan anggota parlemen sayap kanan seperti Ben-Gvir.

Baca Juga :  Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Dalam wawancara yang sama, Ben-Gvir juga menyerukan emigrasi massal warga Palestina dari Gaza dan pemukiman kembali wilayah tersebut oleh Israel. Pengacara internasional menilai usulan ini berpotensi setara dengan pembersihan etnis.

Dua puluh tahun lalu, Israel menarik diri dari Jalur Gaza dan membongkar 21 permukiman Yahudi yang dikenal sebagai “Gush Katif”. Namun, Ben-Gvir kini menyatakan menganggap seluruh Gaza sebagai milik Israel, mendorong permukiman di seluruh wilayah tersebut serta emigrasi maksimal warga Palestina.

Sikap Netanyahu terhadap Rencana Trump

Rencana terbaru Trump melibatkan pelucutan senjata bertahap Hamas seiring penghentian serangan dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Hamas menerima kesepakatan ini, meski mengaitkan penyerahan senjata terberatnya dengan pembentukan negara Palestina, sesuatu yang pemerintah Israel saat ini tolak keras.

Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mundur dari posisinya di Gaza sampai Hamas benar-benar melucuti senjata. Sikap ini membuat elemen lain gencatan senjata, termasuk penempatan pasukan internasional dan rekonstruksi wilayah yang hancur, tetap tertunda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB