Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

SANYA, POSNEWS.CO.ID – Pakistan mengambil langkah besar dalam modernisasi kekuatan angkatan lautnya. Pemerintah Pakistan resmi meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor yang dibangun melalui kerja sama pertahanan dengan China.

Upacara peresmian berlangsung di kota pelabuhan Sanya, China bagian selatan, dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari hadir sebagai tamu kehormatan. Kehadiran Zardari didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan, Laksamana Naveed Ashraf, serta pejabat militer senior dari kedua negara.

Tonggak Sejarah Pertahanan Maritim

Presiden Zardari menyebut induksi kapal selam canggih ini sebagai “tonggak sejarah” bagi Angkatan Laut Pakistan. Menurutnya, langkah ini mencerminkan tekad Islamabad untuk mempertahankan postur pertahanan yang kredibel dan seimbang di kawasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pakistan mampu membela kedaulatannya, melindungi kepentingan maritim, dan mengamankan jalur ekonomi utama kami,” tegas Zardari dalam pidatonya. Penguatan armada ini menjadi sangat krusial mengingat Pakistan sangat bergantung pada stabilitas jalur laut untuk kelangsungan ekonomi nasionalnya.

Baca Juga :  Dilema Pentagon: AS Pertimbangkan Alihkan Pasokan Senjata Ukraina ke Timur Tengah

Spesifikasi Teknis: Keunggulan Kelas Hangor

Kapal selam kelas Hangor merupakan adaptasi dari desain Tipe 039A milik China yang telah teruji. Kapal ini mampu menampung 38 awak kapal dengan kapasitas tambahan untuk pasukan khusus. Selain itu, kapal ini memiliki persenjataan lengkap berupa torpedo modern dan rudal anti-kapal.

Salah satu fitur unggulan dari kelas Hangor adalah sistem propulsi independen udara (AIP). Teknologi ini memungkinkan kapal selam tetap berada di bawah air untuk waktu yang lebih lama tanpa harus muncul ke permukaan, sehingga meningkatkan kemampuan siluman dan efektivitas tempurnya di medan laut yang kompetitif.

Strategi Deterensi dan Kerja Sama Bilateral

Pakistan secara historis mengandalkan armada kapal selamnya sebagai bagian dari deterensi strategis terhadap India. Penggunaan nama “Hangor” sendiri memiliki makna sejarah yang mendalam, merujuk pada kapal selam Pakistan yang berhasil menenggelamkan kapal perang India pada tahun 1971—penenggelaman kapal perang pertama oleh kapal selam sejak Perang Dunia II.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Jakarta Utara dan Jakarta Selatan Hari Ini

Laksamana Naveed Ashraf menekankan bahwa gangguan pada titik-titik krusial maritim kini semakin mengancam perdagangan global dan keamanan energi. Oleh karena itu, keberadaan kapal selam kelas Hangor akan membantu menjaga stabilitas di Laut Arab dan wilayah Samudra Hindia yang lebih luas. Berdasarkan kesepakatan, empat unit pertama dibangun di China, sementara empat unit terakhir akan dirakit di Galangan Kapal Karachi, Pakistan.

Mempererat Kemitraan dengan Beijing

Peresmian ini menjadi babak baru dalam kemitraan pertahanan yang telah terjalin lama antara Pakistan dan China. Kerja sama ini tidak hanya mencakup aspek militer, tetapi juga beririsan dengan pengembangan ekonomi melalui Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

Singkatnya, pengoperasian kapal selam Hangor ini akan meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut Pakistan secara signifikan di tahun 2026. Di tengah dinamika keamanan regional yang terus berubah, aliansi strategis dengan Beijing tetap menjadi pilar utama bagi strategi pertahanan dan ketahanan ekonomi Islamabad.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB