Misteri Manusia Mungo: Jejak Kuno 40.000 Tahun

Sabtu, 27 Desember 2025 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lebih tua dari sejarah tertulis! Penemuan Mungo Man guncang teori asal-usul manusia. Simak perdebatan sengit ilmuwan soal kepunahan hewan raksasa Australia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lebih tua dari sejarah tertulis! Penemuan Mungo Man guncang teori asal-usul manusia. Simak perdebatan sengit ilmuwan soal kepunahan hewan raksasa Australia. Dok: Istimewa.

MELBOURNE, POSNEWS.CO.ID – Lima puluh ribu tahun lalu, Australia bukanlah benua kering seperti sekarang. Lanskap subur dengan suhu sejuk menyambut kedatangan manusia pertama.

Danau-danau air tawar di barat New South Wales (NSW) penuh dengan ikan. Selain itu, hewan-hewan raksasa atau megafauna seperti singa marsupial dan diprotodon seukuran badak berkeliaran bebas.

Namun, perubahan iklim drastis mulai terjadi sekitar 40.000 tahun lalu. Danau Mungo, yang kini hanya berupa cekungan kering berdebu, menjadi saksi bisu perjuangan manusia purba bertahan hidup dari gurun yang kian meluas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penemuan “Mungo Lady” dan “Mungo Man”

Geolog Profesor Jim Bowler dari Universitas Melbourne pertama kali meneliti area ini pada 1969. Ia menemukan kerangka wanita yang terkubur dengan upacara tertentu, yang kemudian dikenal sebagai “Mungo Lady”.

Lima tahun kemudian, pada 1974, Bowler menemukan kerangka kedua sejauh 300 meter dari lokasi pertama. Kerangka ini diberi nama “Mungo Man”.

Studi komprehensif Bowler menyimpulkan bahwa kedua makam tersebut berusia 40.000 tahun. Temuan ini menempatkan mereka sebagai penguburan manusia tertua di Australia dan bukti awal kecanggihan budaya di muka bumi.

Baca Juga :  200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Perang Teori: 40.000 vs 62.000 Tahun

Angka 40.000 tahun ini memicu kontroversi panas. Pasalnya, tim lain yang dipimpin Profesor Alan Thorne dari Australian National University sebelumnya mengklaim usia Mungo Man mencapai 62.000 tahun.

Thorne adalah penentang utama teori “Out of Africa”, yang menyatakan manusia modern menyebar dari Afrika sekitar 100.000 tahun lalu. Sebaliknya, ia meyakini manusia modern berkembang dari manusia purba di beberapa tempat secara terpisah (multiregional).

Perdebatan ini meruncing pada metode penanggalan. Thorne menggunakan tiga teknik (tulang, enamel gigi, pasir), sementara Bowler mengkritik bahwa penanggalan tulang manusia “sangat tidak bisa diandalkan”.

“Usia pasir tidak sama dengan usia kuburan,” sindir Bowler, merujuk pada sampel pasir Thorne yang diambil jauh dari lokasi makam.

Siapa Pembunuh Megafauna?

Misteri kedatangan manusia ini juga terkait erat dengan kepunahan megafauna. Dr. Tim Flannery, pendukung teori “blitzkrieg”, mengklaim bahwa manusia memusnahkan hewan-hewan raksasa tersebut melalui perburuan ekstrem.

Baca Juga :  Waspada Banjir Rob 13–20 Januari 2026, BPBD DKI Ingatkan Warga Pesisir Jakarta

Flannery berpendapat bahwa kedatangan manusia dan kepunahan megafauna terjadi hampir bersamaan, sekitar 46.000 tahun lalu. Baginya, tidak ada bukti perubahan iklim yang cukup dramatis untuk membunuh hewan-hewan tersebut tanpa campur tangan manusia.

Akan tetapi, Bowler skeptis. Ia berargumen bahwa perubahan iklim 40.000 tahun lalu jauh lebih intens daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurutnya, faktor lingkungan memainkan peran penting dalam kepunahan tersebut, bukan hanya tombak pemburu.

Relevansi Hari Ini

Pada akhirnya, terlepas dari perdebatan angka tahun, Danau Mungo tetap menjadi situs warisan dunia yang tak ternilai.

“Di Danau Mungo, kita memiliki rekaman cameo tentang bagaimana manusia bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Ini adalah salah satu kisah hebat umat manusia,” pungkas Bowler.

Penemuan ini mengajarkan kita tentang adaptasi dan ketahanan nenek moyang di tengah perubahan iklim ekstrem, sebuah pelajaran yang sangat relevan bagi kita yang hidup di era pemanasan global saat ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB