Natalius Pigai Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak HAM Berlandaskan Nilai Pancasila

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan komitmen pembangunan hak asasi manusia berbasis nilai Pancasila dalam Festival HAM 2026 di UKSW Salatiga. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan komitmen pembangunan hak asasi manusia berbasis nilai Pancasila dalam Festival HAM 2026 di UKSW Salatiga. (Posnews/Ist)

SALATIGA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan pemerintah memperkuat pembangunan HAM berdasarkan nilai-nilai Pancasila serta melindungi hak setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Pigai menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Festival HAM 2026 bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” di Auditorium UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Pigai mengajak generasi muda memperkuat budaya HAM melalui pendidikan, peningkatan kapasitas diri, serta sikap menghargai keberagaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menegaskan pemerintah harus memastikan pembangunan HAM berjalan tanpa membedakan masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, budaya, maupun latar belakang sosial.

Ia menyebut Pancasila menjadi fondasi utama bangsa dalam menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

“Generasi muda dan seluruh elemen bangsa harus menguasai tiga pilar utama, yaitu knowledge, skill, dan attitude. Tunjukkan kemampuan terbaik untuk membawa perubahan positif bagi bangsa,” ujar Pigai, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap DPO Narkoba di Bali, Usut Aliran Dana ke Eks Kasat Narkoba Kutai Barat

Pigai menjelaskan konsep HAM terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Ia menyebut perkembangan itu mencakup hak sipil dan politik, hak ekonomi, sosial, budaya, hingga hak atas pembangunan serta lingkungan hidup.

Mahasiswa Jadi Penggerak Kesadaran HAM

Pigai menilai mahasiswa dan kalangan akademisi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran HAM di tengah masyarakat.

Pigai mendorong kampus memperkuat dialog inklusif untuk mencetak generasi muda unggul dan peduli sosial.

Ia juga mengapresiasi UKSW yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis keberagaman dan HAM.

Menurutnya, Festival HAM menjadi wadah untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan hak warga negara.

UKSW Perkuat Nilai Keberagaman

Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami menegaskan kampus terus menjaga komitmen terhadap keberagaman, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Intiyas mengatakan UKSW membangun budaya akademik yang menghargai perbedaan dan memperkuat nilai kebangsaan.

Baca Juga :  Mengerikan! Transaksi Judol Rp1,03 Triliun, Bareskrim Tangkap 5 Tersangka

“Penyelenggaraan Festival HAM menjadi tonggak penting bagi UKSW yang telah memasuki usia 70 tahun. Sejak awal berdiri, kami terus menggaungkan nilai HAM sebagai bagian dari implementasi Pancasila,” katanya.

Ia menilai kampus memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, kritis, toleran, dan peka terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Dorong Pembangunan Berbasis HAM

Festival HAM 2026 menghadirkan diskusi ilmiah, edukasi HAM, dan penguatan sinergi antara Kementerian HAM, kampus, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Kementerian HAM mendorong kegiatan tersebut untuk memperkuat pembangunan berbasis HAM yang inklusif, berkeadilan, dan mendukung target Indonesia Emas 2045.

Acara tersebut menghadirkan Staf Khusus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional Herman Dogopia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah Mustafa Beleng, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta ratusan mahasiswa dan sivitas akademika UKSW. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku
BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika
3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan
87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian
Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:23 WIB

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Kamis, 10 September 2026 - 13:03 WIB

Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku

Kamis, 10 September 2026 - 12:50 WIB

BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 09:38 WIB

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan

Berita Terbaru