Nelayan Desak Prabowo-Gibran: Hapus PNBP dan Stop Kapal Asing

Rabu, 17 September 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Azlinda Pelaku Usaha Perikanan dari Sumatera Utara menyampaikan keresahan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Sumatera Utara saat Rembuk Nelayan 2025 di Surabaya, (13/09/2025). Dok-Posnews

Azlinda Pelaku Usaha Perikanan dari Sumatera Utara menyampaikan keresahan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Sumatera Utara saat Rembuk Nelayan 2025 di Surabaya, (13/09/2025). Dok-Posnews

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menggelar Rembuk Nelayan 2025 di Surabaya, pada Sabtu (13/9/2025).

Dalam forum ini, suara nelayan dan pelaku usaha perikanan kembali menggema menolak kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mereka anggap tidak berpihak.

Para peserta menegaskan bahwa kebijakan KKP justru mengancam kelangsungan usaha perikanan nasional.

Azlinda, pelaku usaha perikanan asal Sumatera Utara, mendesak pemerintah menempatkan orang yang paham dunia kelautan untuk memimpin KKP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembuatan aturan dan surat edaran harus melibatkan nelayan serta pelaku usaha. Kalau hanya rapat tanpa aksi, tidak ada perubahan. Kami siap turun ke Istana memperjuangkan nasib nelayan,” ujar Azlinda, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga :  Kantor Ormas Madas di Jalan Darmo Surabaya Disegel Polisi, Dugaan Kasus Mafia Tanah

Ia juga menuntut tarif khusus BBM bagi nelayan serta menyerukan persatuan organisasi nelayan untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Tuntutan dari Daerah

Yudi, pelaku usaha perikanan asal Bitung, Sulawesi Utara, menolak keberadaan kapal ikan asing. Ia juga mendesak penghapusan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sektor perikanan dan PBB laut.

Sementara itu, Habiburrahman dari Koalisi Budidaya Lobster Laut Indonesia asal Jember menolak ekspor benur. Ia menegaskan negara harus membangun budidaya lobster di dalam negeri agar nilai tambah tidak jatuh ke tangan asing.

Baca Juga :  Fortuner Ringsek Ditabrak Kereta Bandara di Cengkareng, Mobil Terjun ke Kali

Desakan untuk Pemerintah Prabowo-Gibran

Sekjen SNI, James Then, menegaskan bahwa Rembuk Nelayan 2025 menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi nelayan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Jika pemerintah tidak merespons aspirasi ini, dalam waktu dekat nelayan bersama pelaku usaha perikanan akan melakukan aksi demonstrasi di Istana dan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tegas James Then. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam
Ledakan Misterius di Masjid Jember, Jamaah Berhamburan, Polisi Selidiki Penyebabnya
Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:55 WIB

Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:29 WIB

Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru

Berita Terbaru

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB