Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambisi melampaui Litani. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer untuk memperluas operasi darat di Lebanon guna memukul mundur posisi rudal Hezbollah dan mengamankan perbatasan utara Israel. Dok: Istimewa.

Ambisi melampaui Litani. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer untuk memperluas operasi darat di Lebanon guna memukul mundur posisi rudal Hezbollah dan mengamankan perbatasan utara Israel. Dok: Istimewa.

TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Konflik di perbatasan utara Israel memasuki babak baru yang lebih agresif. PM Benjamin Netanyahu memerintahkan militer memperluas operasi di Lebanon Selatan. Langkah ini bertujuan meredam ancaman roket Hezbollah yang terus berlanjut pada hari Minggu.

Dalam konteks ini, Netanyahu menyampaikan instruksi tersebut langsung dari Komando Utara militer Israel. Netanyahu menekankan bahwa perluasan zona keamanan sangat krusial. Strategi ini akan melindungi kota-kota Israel utara dari serangan asimetris.

Menembus Batas Litani: Strategi Zona Keamanan Baru

Pekan lalu, Menhan Israel Katz mengonfirmasi rencana pengendalian jembatan strategis. Pasukan Israel akan menguasai wilayah hingga Sungai Litani. Namun, pengumuman terbaru Netanyahu memberi sinyal kuat. Militer kemungkinan akan merangsek lebih jauh dari batas wilayah sebelumnya.

“Saya telah memerintahkan perluasan zona keamanan guna menggagalkan ancaman invasi. Kami akan menjauhkan tembakan rudal anti-tank dari perbatasan,” tegas Netanyahu melalui video. Oleh karena itu, militer Israel kini memegang mandat luas untuk menyita wilayah tambahan di bawah kendali operasional mereka.

Baca Juga :  Empat Kawanan Curanmor Sadis di Jakarta Utara Dibekuk, 2 Lagi Diburu Polisi

Klaim Penghancuran 150.000 Rudal Hezbollah

Dalam pidatonya, Netanyahu memamerkan keberhasilan militer Israel dalam melemahkan kekuatan lawan. Ia mengeklaim Israel telah melenyapkan 150.000 rudal. Awalnya, senjata-senjata tersebut menargetkan penghancuran kota-kota besar di Israel.

Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Hezbollah masih memiliki kemampuan sisa untuk menyerang balik. “Kami bertekad mengubah situasi di utara secara fundamental,” ujar Netanyahu. Akibatnya, militer akan terus mengintensifkan kampanye multi-front melawan Iran dan sekutunya. Langkah ini mencakup Hezbollah dan Hamas guna melemahkan pengaruh Teheran di Timur Tengah.

Tragedi Kemanusiaan: 1.100 Nyawa Melayang di Lebanon

Eskalasi militer ini membawa dampak mematikan bagi warga sipil. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan total korban tewas melampaui 1.100 jiwa sejak konflik pecah awal Maret. Angka ini mencakup anak-anak, wanita, dan personel medis di zona tempur.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp8 Triliun, Latih 500 Ribu Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, militer Israel melaporkan gugurnya empat prajurit dalam pertempuran darat di selatan. Di sisi lain, sumber internal Hezbollah menyebutkan lebih dari 400 pejuang mereka telah tewas. Sebagai hasilnya, Lebanon kini menghadapi gelombang pengungsian massal yang melumpuhkan sistem sosial di Beirut.

Menanti Keputusan Kabinet Keamanan

Hingga saat ini, otoritas belum memaparkan detail teknis mengenai jangkauan ekspansi wilayah ke publik. Kantor perdana menteri menolak rincian lebih lanjut sebelum kabinet keamanan membahas masalah tersebut secara resmi.

Pada akhirnya, dunia internasional mewaspadai potensi konfrontasi langsung yang lebih luas dengan Iran. Dengan demikian, perbatasan utara Israel tetap menjadi titik paling volatil tahun 2026. Dentuman artileri dan ekspansi teritorial kini mulai mengabaikan jalur diplomasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya
Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir
Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL
Uang Palsu Rp620 Juta Digerebek di Hotel Kemang Bogor, Satu Pelaku Ditangkap
Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri
Pakistan Tawarkan Diri Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran di Tengah Eskalasi Total
Cuaca Ekstrem Hantam 4 Daerah di Jateng dan Jabar, Ratusan KK Terdampak

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:29 WIB

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:10 WIB

Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:55 WIB

Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:42 WIB

Israel Perluas Zona Keamanan di Lebanon Selatan demi Redam Hezbollah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan UNIFIL

Berita Terbaru