Nikmati Kopi Legendaris Kopi Bemo di Pasar Rawamangun Jakarta Timur

Sabtu, 27 September 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kios Kopi Bemo di tengah pasar tradisional Rawamangun. Dok: Kominfo DKI JKT

Suasana kios Kopi Bemo di tengah pasar tradisional Rawamangun. Dok: Kominfo DKI JKT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pecinta kopi wajib mampir ke Kopi Bemo, kios legendaris yang berdiri sejak 1965 di Pasar Rawamangun, Jalan Pegambiran, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kini, pengunjung bisa menikmati 30 varian kopi Nusantara dengan harga ramah kantong, selain berbelanja sayur dan kue.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, bersama Kepala Suku Dinas KPKP Taufik Yulianto dan Wakil Camat Pulo Gadung Agus Purwanto, sempat mencicipi kopi di sini.

“Menarik sekali. Di tengah pasar tradisional, ada barista kopi legendaris,” kata Kusmanto, Sabtu (26/9/2025). Ia berharap Kopi Bemo bisa mendongkrak jumlah pengunjung dan menghidupkan gairah pasar.

Sejarah dan Inspirasi Nama Kopi Bemo

Pemilik Kopi Bemo, Edward Nurjadi (49), generasi kedua penerus usaha pamannya, menjelaskan kios buka setiap hari pukul 06.00–16.00 WIB, kecuali hari libur hanya sampai pukul 14.00 WIB.

Baca Juga :  Artis Onad Diciduk Narkoba, Polisi: Positif Ganja dan Ekstasi, Mengaku Menyesal

Nama Kopi Bemo terinspirasi dari pangkalan bemo di depan pasar, tempat sopir bemo sering mampir minum kopi sebelum kopi sachet populer.

Produksi dan Persaingan Kopi Nusantara

Dulu, Edward menggiling 100–120 kilogram biji kopi per hari: Robusta Lampung, Robusta Toraja, Arabica Toraja, Robusta Jawa Timur/Dampit, dan special blend.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, produksinya turun sekitar 30 kilogram per hari karena persaingan kopi sachet dan warung keliling. Belum termasuk pesanan Horeka dari luar Pulau Jawa.

Untuk tetap bersaing, Edward menyiapkan 30 varian kopi grade 1 dan 2 dari seluruh Nusantara. Harga per kilogram berkisar Rp160.000–Rp400.000, dari Robusta Lampung hingga Arabica Ijen.

Baca Juga :  Di Ambang Perang? Trump Tak Tutup Kemungkinan Serang Venezuela, Armada AS Siaga Penuh

Varian favorit antara lain Robusta Sidikalang Premium, Robusta Dampit, Robusta Vietnam (cocok dicampur susu), dan Robusta Aceh.

Kopi Bemo, Tempat Belajar Cita Rasa Kopi

Edward menekankan, Kopi Bemo bukan sekadar kios, tapi juga tempat belajar mengenal cita rasa kopi Nusantara.

“Setiap pembeli wajib mencicipi tester secangkir kopi sebelum membeli,” ucapnya.

Kedepannya, Edward berencana membuka kedai di lantai dasar dan melakukan roasting sendiri agar Pasar Rawamangun dikenal sebagai pusat kuliner kopi Nusantara.

“Harapannya, usaha ini bisa melestarikan dan mempromosikan kopi lokal yang kualitasnya setara kopi impor,” tutup Edward. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?
Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter
Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?
Pencuri HP di Masjid Istiqlal Sudah 3 Kali Beraksi, Modus Dorong Jemaah
Anarki adalah Apa yang Dibuat Negara Darinya: Mengubah Wajah Persaingan Menjadi Kerja Sama
Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Dini Hari Ini, Menhub Pastikan Kapal Siaga Penuh
TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kota Besar Hari Ini, Hujan Lebat Mengguyur Seharian

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:14 WIB

Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:09 WIB

Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:06 WIB

Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:17 WIB

Pencuri HP di Masjid Istiqlal Sudah 3 Kali Beraksi, Modus Dorong Jemaah

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:03 WIB

Anarki adalah Apa yang Dibuat Negara Darinya: Mengubah Wajah Persaingan Menjadi Kerja Sama

Berita Terbaru