Di Ambang Perang? Trump Tak Tutup Kemungkinan Serang Venezuela, Armada AS Siaga Penuh

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan di Senat. Anggota parlemen dari Partai Republik menunda proposal dana keamanan $1 miliar untuk Gedung Putih, sementara faksi Demokrat berupaya menjegal rencana kompensasi bagi sekutu politik Presiden Donald Trump. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Ketegangan di Senat. Anggota parlemen dari Partai Republik menunda proposal dana keamanan $1 miliar untuk Gedung Putih, sementara faksi Demokrat berupaya menjegal rencana kompensasi bagi sekutu politik Presiden Donald Trump. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Awan perang semakin tebal menyelimuti Karibia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan penasihat utamanya menolak untuk menutup kemungkinan konflik terbuka dengan Venezuela.

Dalam wawancara dengan NBC News yang tayang pada Jumat pagi (19/12/2025), Trump memberikan pernyataan yang mengerikan. Saat ditanya tentang potensi perang dengan rezim Nicolas Maduro, ia menjawab dengan dingin.

“Saya tidak mengesampingkannya, tidak,” tegas Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa dekade. Sementara itu, Maduro memerintahkan angkatan lautnya untuk mengawal tanker minyak yang berani menentang armada AS.

Rubio: “Status Quo Tidak Dapat Ditoleransi”

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memperkuat sinyal perang tersebut. Dalam konferensi pers akhir tahun, Rubio menegaskan bahwa AS memiliki hak untuk menggunakan “setiap elemen kekuatan nasional”.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Jakarta Cerah Berawan, Bogor dan Depok Diguyur Hujan

Ia bahkan mengonfirmasi secara tersirat bahwa tujuan akhir AS adalah pergantian rezim. “Jelas bahwa status quo saat ini dengan rezim Venezuela tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat,” kata Rubio. “Jadi, ya, tujuan kami adalah mengubah dinamika itu.”

Rubio, yang merupakan putra imigran Kuba, telah lama menjadi kritikus keras Maduro. Ia menuduh rezim tersebut tidak sah dan bekerja sama dengan Iran, Hizbullah, serta organisasi teroris narkoba.

Armada Hantu Kabur ke Samudra Hindia

Tekanan blokade laut AS mulai membuahkan hasil nyata di lapangan. Menurut data industri maritim, “armada bayangan” (dark fleet) yang biasa mengangkut minyak Venezuela kini kocar-kacir.

Lebih dari 30 tanker sanksi kini terpaksa berlindung jauh di Samudra Hindia. Mereka memutar haluan drastis untuk menghindari penyergapan pasukan angkatan laut AS di Karibia.

Analis energi dari Windward AI menyebut ini sebagai pergeseran signifikan. Akibatnya, pendapatan minyak rezim Maduro terancam putus total. Tanker-tanker lain bahkan terjebak di zona blokade atau mencoba memanipulasi lokasi GPS mereka.

Baca Juga :  Rezim Kebenaran di Era Post-Truth: Fakta Saja Tidak Cukup

“AS mendapatkan kartu tambahan untuk diletakkan di meja diskusi guna mengakhiri kediktatoran Maduro,” analisis Jason Marczak dari Atlantic Council.

Kepala Staf: “Terus Ledakkan Kapal Sampai Maduro Menyerah”

Di balik layar Gedung Putih, para pejabat senior tampaknya satu suara. Kepala Staf Trump, Susie Wiles, memberikan komentar blak-blakan dalam wawancara dengan Vanity Fair.

“Trump ingin terus meledakkan kapal sampai Maduro menyerah (cries uncle),” ungkap Wiles.

Pernyataan ini meruntuhkan klaim awal pemerintah bahwa operasi militer tersebut hanya bertujuan penegakan hukum anti-narkoba. Faktanya, lebih dari 100 orang telah tewas dalam serangan terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik selama empat bulan terakhir.

Trump sendiri sesumbar bahwa akan ada lebih banyak penyitaan tanker minyak, seperti kasus kapal Skipper minggu lalu. Kini, dengan 15.000 tentara AS siaga di ambang pintu Venezuela, satu kesalahan kecil bisa memicu perang besar di Amerika Selatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB