Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan baru krisis Teluk. Kelompok Hamas menyepakati peta jalan pelucutan senjata di Jalur Gaza dengan syarat penarikan penuh pasukan militer Israel. Dok: Istimewa.

Terobosan baru krisis Teluk. Kelompok Hamas menyepakati peta jalan pelucutan senjata di Jalur Gaza dengan syarat penarikan penuh pasukan militer Israel. Dok: Istimewa.

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok perlawanan Hamas mengambil keputusan politik yang sangat krusial hari ini.

Kesepakatan Peta Jalan dan Syarat Penarikan Pasukan

Hamas menyetujui rancangan peta jalan pelucutan senjata.

Pejabat senior Hamas Bassem Naim mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Hamas menuntut konsesi dan syarat tegas dari pihak Israel.

Israel wajib menghentikan seluruh serangan militer di Gaza.

Israel juga harus menarik seluruh pasukan dari wilayah Palestina.

Baca Juga :  Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan

Langkah ini bertujuan mengakhiri perang berdarah di kawasan tersebut.

Rencana 20 Poin dan Peran Komite Teknokrat

Presiden AS Donald Trump merilis pengumuman awal kesepakatan damai.

Rencana 20 poin tersebut mengatur skema pelucutan senjata bertahap.

Pihak kepolisian Gaza akan menyerahkan senjata kepada Komite Nasional Administrasi.

Komite teknokrat Palestina tersebut mengandalkan dukungan resmi Amerika Serikat.

Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) juga siap mengamankan kawasan.

ISF akan mengawal pembentukan kepolisian baru di Gaza.

Proses Penyimpanan Senjata Berat dan Terowongan

Proses penghancuran terowongan dan senjata berat memakan waktu cukup lama.

Pejabat Dewan Perdamaian memprediksi proses tersebut berlangsung 200 hingga 350 hari.

Baca Juga :  Tragedi Maut di Klub Malam Goa: 25 Orang Tewas Terpanggang, Wisatawan Asing Jadi Korban

Kelompok Hamas akan mengumpulkan dan menyimpan senjata di dalam Gaza.

Komite teknokrat Palestina mengawasi langsung proses penyimpanan senjata tersebut.

Hamas menolak penyerahan senjata kepada pihak asing atau Israel.

Proses pelucutan senjata ini berjalan secara bertahap.

Penjamin Internasional dan Latar Belakang Konflik

Empat negara penjamin memediasi proses negosiasi damai ini.

Amerika Serikat, Turki, Mesir, dan Qatar mengawal kesepakatan tersebut.

Israel menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza saat ini.

Pemerintah Israel menuntut demiliterisasi penuh sebelum menarik seluruh pasukan.

Konflik berdarah ini meletus sejak serangan 7 Oktober 2023.

Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis
Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:21 WIB

Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:14 WIB

Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:30 WIB

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Berita Terbaru