Nus Kei Tewas di Bandara Kei, Pelaku Ngaku Balas Dendam Kematian Saudara Sejak 2020

Senin, 20 April 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. (Posnews/Instagram)

Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. (Posnews/Instagram)

MALUKU, POSNEWS.CO.ID – Kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei akhirnya menemukan titik terang.

Polisi mengungkap, aksi sadis itu dipicu dendam lama yang belum padam sejak 2020.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menegaskan kedua pelaku mengakui motif penyerangan adalah balas dendam atas kematian saudara mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan pengakuan pelaku, motifnya balas dendam. Mereka menuduh korban sebagai otak pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang terjadi pada 2020 di Jakarta,” ungkap Rositah, Senin (20/4/2026).

Dendam Lama Meledak di Bandara

Aksi berdarah itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.

Baca Juga :  602 Ribu Warga Jakarta Main Judi Online, 5.000 Penerima Bansos Ikut Terlibat

Saat itu, Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta. Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika pelaku menyerang secara tiba-tiba dan menghujamkan pisau ke tubuh korban.

“Tiba-tiba korban ditikam. Pelaku langsung kabur setelah menyerang,” jelas Rositah.

Serangan cepat dan brutal itu membuat korban tak berdaya dan bersimbah darah di lokasi kejadian.

Sempat Dilarikan ke RS, Nyawa Tak Tertolong

Keluarga berupaya menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT. Namun luka tusuk yang parah membuat nyawa Nus Kei tidak tertolong.

Baca Juga :  Pemimpin Eropa Bersatu Tolak Kebijakan America First Donald Trump

Tim medis akhirnya menyatakan korban meninggal dunia setelah menjalani penanganan darurat.

Menyikapi kasus ini, Kapolda Maluku memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut secara profesional dan transparan.

Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama keluarga korban dan simpatisan, agar tidak terpancing emosi.

“Kami minta masyarakat menahan diri dan mempercayakan proses hukum kepada Polri. Jangan ada aksi balasan,” tegas Rositah.

Saat ini, situasi di Maluku Tenggara dilaporkan tetap kondusif. Namun, aparat terus bersiaga untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.

Kasus ini menjadi bukti bahwa konflik lama yang tidak terselesaikan bisa meledak menjadi aksi kekerasan mematikan di kemudian hari. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib
Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Empat Terduga Penyalahguna Narkoba Diamankan Saat Patroli Malam di Papanggo
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:04 WIB

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:46 WIB

Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru