Gerakan Stop Killing Games Kritik Langkah Sony

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Langkah Sony menghentikan produksi kaset game PlayStation pada 2028 memicu gelombang kritik baru.

Kritik Keras Gerakan Stop Killing Games

Gerakan Stop Killing Games (SKG) menyampaikan pernyataan resmi hari ini.

Masyarakat menganggap keputusan Sony mempercepat era digitalisasi game.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, SKG melihat masalah hukum yang jauh lebih mendasar.

SKG menilai keputusan Sony menyentuh persoalan hak-hak konsumen.

Baca Juga :  Kapsul Artemis II Mendarat Sempurna Setelah Jelajahi Sisi Jauh Bulan

Masalah utamanya bukan sekadar hilangnya media fisik kaset.

Penerbit game sering mengabaikan jaminan akses game digital pada masa depan.

Oleh karena itu, SKG menuntut kepastian hukum bagi para pembeli.

Hak Kepemilikan versus Lisensi Digital

SKG menyambut baik kemajuan teknologi distribusi digital.

Namun, penerbit wajib melindungi hak finansial para konsumen.

Konsumen mengeluarkan uang penuh untuk memboyong sebuah game.

Sayangnya, konsumen hanya mengantongi lisensi sewa sementara.

Penerbit bisa mencabut akses lisensi tersebut secara sepihak kapan saja.

Sebab, perubahan kebijakan atau penutupan layanan sering mematikan fungsi game.

Baca Juga :  Pengembang Stellar Blade Shift Up Tuai Kecaman Komunitas Gamer

Maka, SKG mendesak pemerintah merancang regulasi perlindungan konsumen yang ketat.

Regulasi harus mewajibkan pengembang menyediakan mode offline permanen.

Rekam Jejak Preservasi dan Masa Depan Industri

Gerakan ini mengawali aksinya pasca-penutupan server game The Crew pada 2024.

SKG memfokuskan perjuangan pada preservasi karya seni game digital.

Langkah Sony memperkuat urgensi perlindungan hak cipta konsumen saat ini.

Kini, perdebatan publik mengarah pada hak kepemilikan jangka panjang.

Pemain ingin memastikan akses game tetap aktif hingga sepuluh tahun mendatang.

Oleh sebab itu, SKG terus mengawal regulasi industri game global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam
Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo
MSI Rilis Seri DRACO EPIC EDITION Sambut Ulang Tahun
Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%
Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2
Model AI Serang Situs Web Secara Mandiri
Anthropic Tunjuk Mariano-Florentino Cuéllar Sebagai Pejabat
Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:59 WIB

MSI Rilis Seri DRACO EPIC EDITION Sambut Ulang Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Model AI Serang Situs Web Secara Mandiri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Langit berawan di kawasan Jakarta pada siang hari. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Jakarta Selatan Terpanas

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:06 WIB

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB