Milisi Kurdi Siapkan Serangan Darat ke Iran dengan Restu AS dan Israel

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jalan terjal menuju damai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengincar perundingan langsung dengan Beirut guna meredakan perang, saat sekutu Barat memberikan tekanan hebat untuk menjaga gencatan senjata AS-Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Jalan terjal menuju damai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengincar perundingan langsung dengan Beirut guna meredakan perang, saat sekutu Barat memberikan tekanan hebat untuk menjaga gencatan senjata AS-Iran. Dok: Istimewa.

ERBIL, POSNEWS.CO.ID – Gempuran udara masif kini melumpuhkan pusat komando Teheran. Kondisi ini memicu munculnya front pertempuran darat baru di wilayah barat Iran. Milisi Kurdi Iran yang berbasis di Irak mulai memobilisasi ribuan pejuang. Mereka berencana meluncurkan serangan lintas perbatasan dalam waktu dekat.

Rencana serangan darat ini menarik perhatian dunia. Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal hijau secara eksplisit. Dalam wawancara bersama Reuters, Trump menyebut rencana penyeberangan perbatasan itu sebagai hal “luar biasa”. Pasukan Kurdi ingin memanfaatkan momentum ini untuk menantang rezim Iran yang sedang terdesak.

Dukungan Intelijen dan Strategi Israel

Sumber internal mengungkapkan bahwa keterlibatan asing dalam rencana ini sudah berlangsung lama. Israel kabarnya telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan kelompok pembangkang Kurdi selama satu tahun terakhir.

Tujuan utama dukungan ini bukanlah untuk menggulingkan pemerintah Iran secara langsung. Sebaliknya, Tel Aviv dan Washington berharap pemberontakan ini mampu mengikis kendali Teheran. Langkah tersebut juga bertujuan mengalihkan konsentrasi Garda Revolusi (IRGC) dari pertahanan udara. Selain itu, warga Kurdi di Iran mulai aktif memberikan intelijen penargetan kepada militer AS dan Israel. Informasi ini membantu pelaksanaan serangan udara yang lebih presisi di area perbatasan.

Baca Juga :  Sepak Bola Mesir: Antara Opium Rakyat dan Alat Politik

Aliansi Lima Faksi dan Kekuatan Militer

Analis memprediksi ofensif ini akan pecah dalam sepekan ke depan. Lima faksi oposisi Kurdi di Irak telah resmi membentuk aliansi militer. Koalisi ini mencakup:

  • Kurdistan Free Life Party (PJAK)
  • Democratic Party of Iranian Kurdistan (PDKI)
  • Kurdistan Freedom Party (PAK)

Lembaga intelijen independen memperkirakan kekuatan mereka mencapai 5.000 hingga 8.000 pejuang. Milisi ini awalnya hanya memiliki senjata ringan. Namun, mereka kini meminta bantuan alutsista berat seperti drone dan artileri kepada Washington. Fokus operasi awal mereka adalah merebut kota strategis seperti Oshnavieh dan Piranshahr.

Baca Juga :  Mencicipi Kata, Mendengar Warna: Menguak Dunia Sinestesia

Hambatan Diplomatik dan Risiko “Pengkhianatan”

Meskipun mendapatkan dorongan AS, rencana ini menghadapi perlawanan internal. Otoritas di Erbil membantah rencana pengiriman pejuang secara publik. Mereka khawatir Teheran akan meluncurkan serangan balasan langsung ke wilayah Kurdistan Irak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, para pemimpin milisi masih menyimpan keraguan mendalam terhadap komitmen Amerika Serikat. Mereka mengkhawatirkan risiko “pengkhianatan” serupa yang menimpa kelompok Kurdi di Suriah Utara. “Kami membutuhkan jaminan tertulis agar tidak ditinggalkan nantinya,” ujar salah satu sumber milisi.

Analis seperti Danny Citrinowicz memperingatkan risiko besar dari dukungan ini. Langkah tersebut justru dapat memicu semangat nasionalisme warga Iran untuk bersatu membela negara. Hal ini juga mengkhawatirkan Turki dan Irak yang menghadapi tantangan separatisme serupa. Perang darat di barat Iran kini menjadi variabel tidak menentu bagi stabilitas kawasan sepanjang tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang
Pulang Malam Berujung Maut, Dua Pelajar Diserang Air Keras di Bogor
Skandal Saham HYBE: Polisi Seoul Incar Penangkapan Bang Si-Hyuk atas Dugaan Penipuan $136 Juta
Pemerintah Incar Saham dan Dana $16 Juta Milik Jimmy Lai

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Rabu, 22 April 2026 - 17:38 WIB

Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan

Rabu, 22 April 2026 - 15:52 WIB

Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terbaru