OTT KPK di Jawa Timur: 16 Orang Diciduk, Bupati Tulungagung Ikut Terjaring

Sabtu, 11 April 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

TULUNGAGUNG, POSNEWS.CO.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggemparkan publik.

Sebanyak 16 orang diamankan dalam operasi senyap yang digelar di Jawa Timur pada Jumat (10/4/2026) malam. Dari jumlah tersebut, nama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, ikut terseret.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia menegaskan jumlah pihak yang diamankan mencapai belasan orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œTim mengamankan 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” ujar Budi dalam keterangan resminya.

Namun demikian, KPK masih menutup rapat detail perkara yang tengah diusut. Identitas lengkap para pihak serta konstruksi kasus belum diungkap karena tim masih bekerja di lapangan.

Baca Juga :  di Bawah Bayang-Bayang Perang: Putin Sebut Konflik Ukraina Mulai Berakhir

β€œTim masih melakukan kegiatan. Perkembangannya akan kami sampaikan,” tambahnya.

Selanjutnya, Bupati Gatut Sunu Wibowo dikabarkan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan intensif.

Sementara itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menjalani pemeriksaan maraton di Mapolres Tulungagung.

Berdasarkan pantauan, sedikitnya 11 pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) dan satu ajudan bupati turut diperiksa.

Mereka terlihat keluar-masuk kompleks Mapolres sejak malam hingga dini hari.

Pejabat yang terpantau antara lain Penjabat Sekda Soeroto, Kepala Bakesbangpol Agus Prijanto Utama, Kasat Pol PP Hartono, Kabag Kesra M Makrus Mannan, Kabag Umum Yulius Isworo, hingga ajudan bupati Dwi Yoga.

Baca Juga :  Bentrokan Pemuda di Tual Tewaskan 1 Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Tak hanya itu, pemeriksaan juga menyasar Kepala BPKAD Dwi Hari, Kepala Dinas PU Erwin Novinato, Kepala Dinas Pertanian Suyanto, serta Kabag Prokopim Aris Wahyudiono.

Hingga berita ini diturunkan, para pejabat tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di lantai dua Mapolres Tulungagung.

Belum ada satu pun yang keluar memberikan keterangan kepada publik.

Di sisi lain, OTT ini kembali menegaskan bahwa praktik korupsi di daerah masih menjadi perhatian serius.

KPK dipastikan akan mengumumkan secara resmi status hukum para pihak dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.

Publik kini menunggu langkah tegas KPK dalam membongkar kasus ini hingga tuntas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB