Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahkamah Agung AS menolak upaya pemerintah Trump memisahkan dua puluh ribu surat suara di California. Simak ulasan keputusan hukum. Dok: Istimewa.

Mahkamah Agung AS menolak upaya pemerintah Trump memisahkan dua puluh ribu surat suara di California. Simak ulasan keputusan hukum. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak permohonan darurat pemerintah Presiden Donald Trump.

Pemerintah berusaha memisahkan dua puluh ribu surat suara warga di Negara Bagian California.

Langkah ini terjadi beberapa jam sebelum hari terakhir pemungutan suara pemilu sela.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan tersebut menggagalkan upaya pemerintah memengaruhi penghitungan suara parlemen.

Hakim Mahkamah Agung mengambil keputusan tersebut tanpa memberikan rincian alasan tertulis.

Gubernur California Gavin Newsom menyambut hangat keputusan tegas Mahkamah Agung tersebut.

Sementara itu, Newsom menegaskan bahwa demokrasi berhasil memenangkan pertarungan hukum ini.

Jaksa Agung California Rob Bonta mencatat kegagalan hukum pemerintah yang keempat kalinya.

Baca Juga :  Eskalasi Teluk: AS Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas Sasar Fasilitas Bisnis Amerika

Pengadilan rendah sebelumnya juga menolak tuduhan pemerintah terkait status kewarganegaraan pemilih.

Pelanggaran Konstitusi Dan Ketidakakuratan Data

Hakim Utama James Boasberg menilai tindakan pemerintah melanggar Klausa Pemilu Konstitusi Amerika Serikat.

Konstitusi memberikan wewenang penuh pengaturan pemilu kepada negara bagian dan Kongres.

Namun demikian, Departemen Kehakiman mengakui adanya tingkat kesalahan data yang cukup tinggi.

Hakim Trina Thompson menyoroti ketidakakuratan data pemilih buatan Departemen Kehakiman tersebut.

Pengacara pemerintah Kenneth Kao meminta bantuan petugas pendaftaran untuk memverifikasi keabsahan pemilih.

Meskipun demikian, pengacara pemerintah mengklaim daftar pemilih tersebut memiliki dasar kuat.

Baca Juga :  Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Ancaman Terhadap Demokrasi Dan Logistik Pemilu

California telah mengirimkan surat suara kepada dua puluh tiga juta pemilih terdaftar.

Pejabat pemilu California menganggap pemisahan surat suara saat ini sangat mustahil secara logistik.

Hakim David O Carter memperingatkan risiko kekacauan pemilu akibat tindakan pemerintah tersebut.

Bahkan, tindakan pemerintah berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi negara.

Pengadilan banding mempertahankan keputusan pengadilan rendah demi melindungi hak pilih warga.

Dengan demikian, keputusan ini memastikan penyelenggara menghitung seluruh surat suara warga secara sah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 November 2026 - 10:38 WIB

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Rabu, 4 November 2026 - 06:25 WIB

Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Berita Terbaru

Mahkamah Agung AS menolak upaya pemerintah Trump memisahkan dua puluh ribu surat suara di California. Simak ulasan keputusan hukum. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:49 WIB

Korea Utara menolak tuduhan Amerika Serikat terkait pencurian mata uang kripto senilai enam miliar dolar di Binance. Simak bantahan resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Kamis, 5 Nov 2026 - 13:41 WIB

Jokowi memperlihatkan ijazah SD hingga UGM saat memberikan kesaksian dalam sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur.

NASIONAL

Jokowi tunjukkan ijazah di sidang Roy Suryo

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:46 WIB

Presiden Pengadilan Pidana Internasional menanggapi sanksi pemerintah Amerika Serikat melalui sidang Perserikatan Bangsa Bangsa. Simak rincian pidato. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:38 WIB

Studio Bungie mengungkap rencana pemulihan konten lama permainan Destiny Dua hingga tahun dua ribu dua puluh delapan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Studio Bungie Mengungkap Pemulihan Konten Destiny 2

Kamis, 5 Nov 2026 - 09:38 WIB