Paviliun Indonesia di JISTE 2025: Dorong Hilirisasi dan Ekspor Perikanan ke Pasar Jepang

Kamis, 21 Agustus 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paviliun Indonesia di JISTE 2025 Tokyo menampilkan produk perikanan unggulan dan demonstrasi olahan laut untuk pengunjung internasional. (Dok-Kemendag)

Paviliun Indonesia di JISTE 2025 Tokyo menampilkan produk perikanan unggulan dan demonstrasi olahan laut untuk pengunjung internasional. (Dok-Kemendag)

TOKYO, ONLINEWS.CO.ID – Kementerian Perdagangan RI aktif mempromosikan produk perikanan Indonesia di JISTE 2025, yang berlangsung 20–23 Agustus di Tokyo Big Sight, Jepang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, “Jepang adalah pasar utama produk perikanan Indonesia. Partisipasi ini memperkuat ekspor berkelanjutan dan daya saing industri nasional.”

Paviliun Indonesia di Hall East 5, Stand K-17, menempati 72 meter persegi, menampilkan 16 pelaku usaha dengan produk unggulan seperti udang, lobster, tuna segar dan beku, ikan olahan, cumi, gurita, teripang, dan rumput laut.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Lalap Pasar Pejuang Pratama Bekasi Kawasan Harapan Indah

Business Matching dan Demonstrasi

Peserta juga melakukan business matching dengan calon pembeli, sebagian besar dari Jepang, dan menggelar demonstrasi produk, termasuk uji cita rasa serta sampling olahan perikanan.

Atase Perdagangan RI Tokyo, Merry Astrid Indriasari, membuka paviliun dan mengapresiasi antusiasme pelaku usaha Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorong Nilai Tambah dan Hilirisasi

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta 24 Agustus 2025: Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Malam Hari

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid, menjelaskan, partisipasi Indonesia memperkuat penetrasi pasar Jepang yang ketat terhadap kualitas dan sertifikasi produk. “Langkah ini mendukung hilirisasi berkelanjutan, membuka nilai tambah, dan peluang kerja,” jelas Miftah.

Ia menambahkan, pasar Asia Timur menjadi target strategis karena permintaan tinggi, preferensi produk segar, dan budaya konsumsi ikan yang kuat. Tren produk berkelanjutan semakin menegaskan pentingnya penguatan pasar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB