Pelajar Majalengka Dianiaya 15 Remaja, Jari Putus Disabet Celurit

Minggu, 21 September 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pengeroyokan dan penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Pengeroyokan dan penganiayaan. (Posnews/Ist)

MAJALENGKA, POSNEWS.CO.ID – Jalan Raya Cirebon-Bandung, Kecamatan Sumberjaya, berubah jadi arena berdarah. Seorang pelajar, GJP (18), babak belur setelah dikeroyok belasan remaja pada Jumat (19/9/2025) sore. Sadisnya, jari korban putus disabet celurit.

Korban sempat melawan, namun tak berdaya dihujani sabetan senjata tajam. Jari telunjuk putus, jari tengah nyaris copot, dan punggung tangannya sobek sepanjang lima sentimeter. GJP langsung ambruk dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Pria Diduga Gangguan Jiwa Mengamuk, 13 Warga di Purwakarta Dibacok β€” Lima Luka Berat

Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto, membenarkan peristiwa itu. β€œKorban mengalami luka berat akibat dikeroyok sekelompok remaja. Kasus masih kami selidiki,” tegasnya, Minggu (21/9/2025).

Polisi Amankan 15 Remaja

Polisi bergerak cepat dan mengamankan 15 remaja yang diduga pelaku. Mereka berinisial AM, MF, AR, KR, FDF, IA, KDI, HB, HPP, WM, DF, ASR, DN, KPP, dan GM.

Setelah pemeriksaan awal, belasan remaja itu sementara dipulangkan ke orang tua, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. β€œStatus mereka masih saksi,” jelas Udiyanto.

Baca Juga :  Perang Dagang Batal Meletus: China dan Uni Eropa Sepakati Soft Landing

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa celurit panjang lebih dari satu meter, sebilah golok, dan pakaian korban yang berlumuran darah.

Warga Majalengka Gemetar, Polisi Janji Usut Tuntas

Kasus pengeroyokan sadis ini membuat warga Majalengka gemetar. Polisi berjanji mengusut tuntas para pelaku hingga jelas siapa otak di balik aksi brutal tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital
Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan
Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk
Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:44 WIB

Cyber Goes To School, Ditressiber Metro Jaya Edukasi Anak Cegah Kejahatan Digital

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:27 WIB

Kapolri Pastikan Kasus Oknum Brimob Aniaya Pelajar di Maluku Diproses Transparan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:11 WIB

Perampok Bersenpi Gasak Rp 800 Juta di Tubaba Ditangkap, Otak dan Eksekutor Dibekuk

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB