SINTANG, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan secara gratis bagi ribuan buruh perkebunan kelapa sawit. Saat ini, sebanyak 4.500 pekerja rentan mulai menikmati fasilitas perlindungan darurat tersebut.
Pemerintah daerah merancang program ini khusus untuk memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja lokal. Sebab, para buruh perkebunan sawit rentan menghadapi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, kerja sama tripartit ini menjadi solusi konkret untuk menjaga kesejahteraan buruh di pedesaan.
Jaminan Kesejahteraan dan Hak Hidup Layak
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sintang, Yustinus, memberikan penjelasan lengkap mengenai program tersebut. Menurutnya, jaminan sosial merupakan bagian penting dari sistem perlindungan sosial nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk kurang lebih 4.500 pekerja sawit,” ujar Yustinus pada Senin, 1 Juni 2026. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa program ini berjalan atas kerja sama antara pemkab, BPJS, dan pihak perusahaan.
Dengan demikian, para pekerja sawit akan mendapatkan kepastian hak ketika menghadapi situasi darurat yang tidak terduga. Sebagai contoh, manfaat program mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan hari tua. Selain itu, pekerja juga akan menerima perlindungan langsung saat mereka kehilangan pekerjaan.
Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Sawit
Yustinus menegaskan bahwa pelaksanaan program jaminan ini memiliki landasan hukum yang sangat kuat. Secara spesifik, pemerintah daerah memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) sawit untuk membiayai program perlindungan tersebut.
Oleh sebab itu, pemanfaatan dana transfer pusat ini berjalan tepat sasaran untuk menyejahterakan para pekerja lokal. Di sisi lain, pemerintah juga mendesak perusahaan kelapa sawit untuk aktif mendukung program kesejahteraan ini secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, perlindungan sosial ini akan mendongkrak produktivitas sektor perkebunan secara menyeluruh. Dengan begitu, kelapa sawit yang menjadi penopang ekonomi Sintang dapat terus tumbuh di tengah jaminan keselamatan kerja yang mumpuni.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












