Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan teknologi asal Eropa memamerkan berbagai robot humanoid canggih pada pameran Vivatech pekan ini. Langkah taktis ini bertujuan untuk mengisi ceruk pasar di luar jangkauan raksasa manufaktur Tiongkok.

Saat ini, Tiongkok masih menguasai mayoritas rantai produksi robot humanoid dunia secara global. Meskipun begitu, para pemain lokal Eropa mulai memperlihatkan kemampuan inovasi yang luar biasa.

Robot Sosial Mirokai dan Komponen Global

Perusahaan asal Prancis Enchanted Tools memamerkan Mirokai sebagai robot sosial yang ramah. Mirokai memiliki sepasang telinga oranye panjang dan sepasang mata biru yang lebar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Robot ini mampu berkomunikasi menggunakan lebih dari 50 bahasa asing berbeda. Kepala Pemasaran Richard Malterre mengonfirmasi bahwa beberapa prototipe kini memandu pengunjung di bandara.

Baca Juga :  Cuba is Next: Donald Trump Beri Sinyal Intervensi Militer Terhadap Havana

Pihak manajemen menargetkan penjualan perdana model produksi massal mulai akhir tahun ini. Malterre menegaskan komitmen untuk menjaga porsi produksi komponen lokal Eropa tetap tinggi.

Ia ingin pabrik di Eropa merakit minimal 60 persen bagian tubuh robot. Namun, mereka masih mengimpor cip pengolah grafis Nvidia dari Amerika Serikat.

Sebab, Eropa belum memiliki kapasitas untuk memproduksi prosesor kecerdasan buatan sekencang itu.

Dominasi Produksi Tiongkok dan Solusi Penuaan

Lembaga riset Omdia mencatat bahwa Tiongkok merakit sekitar 87 persen robot humanoid dunia. Perusahaan Tiongkok seperti Unitree dan Agibot memukau para pengunjung lewat atraksi robot yang lincah.

Pakar robotika Joern Buss menilai Tiongkok memimpin industri karena mengoperasikan pabrik tanpa manusia. Meskipun begitu, beberapa perusahaan Eropa mulai menggalang dana investasi yang sangat besar.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina

Sebagai contoh, startup Neura asal Jerman sukses meraup dana segar sebesar 1,4 miliar dolar. Direktur Eksekutif David Reger menilai robot sebagai pilar utama untuk menyelamatkan ekonomi Eropa.

Sebab, benua Eropa menghadapi krisis penuaan penduduk yang memicu kelangkaan tenaga kerja.

Kedaulatan Data dan Kolaborasi Maritim

Tuntutan kepatuhan data juga mendorong pengembangan ekosistem robotika mandiri di dalam negeri. Perusahaan pengembang harus menjamin keamanan data pengguna agar tidak bocor ke luar negeri.

Oleh karena itu, produsen lokal gencar menguji sistem penyimpanan data internal yang aman. Langkah ini penting untuk memberikan rasa aman bagi para pelanggan korporasi di Eropa.

Pada akhirnya, kesuksesan inovasi ini akan memperkuat kedaulatan teknologi benua Eropa di masa depan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru