Pendidikan Tak Boleh Mati Pasca Bencana Sumatera, Mendikdasmen Siapkan 3 Jurus Darurat

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Posnews/Setpres)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sekolah terdampak bencana di Sumatra dilarang berhenti belajar. Karena itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti langsung bergerak cepat.

Pemerintah menyiapkan tiga skenario pembelajaran darurat yang mulai diterapkan Januari 2026.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi tameng pemerintah agar roda pendidikan tetap berputar di tengah puing bencana.

Fase Darurat: Kurikulum Dipangkas

Pada fase awal selama 0–3 bulan, pemerintah memangkas kurikulum secara signifikan. Sekolah diminta fokus pada kompetensi esensial, bukan target akademik tinggi.

“Pemerintah memprioritaskan literasi, numerasi, keselamatan diri, kesehatan, dan dukungan psikososial,” tegas Abdul Mu’ti, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selain itu, pemerintah menghapus ujian rumit. Guru cukup memantau kehadiran, keamanan, dan kenyamanan murid.

Fase Transisi: Sekolah Belum Normal

Selanjutnya, pada fase 3–12 bulan, pemerintah mengakui banyak sekolah belum layak digunakan. Oleh sebab itu, Kemendikdasmen menerapkan pembelajaran transisi yang sangat fleksibel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekolah dapat menerapkan pembelajaran hybrid, menata ulang jadwal, serta mengelompokkan murid sesuai kemampuan.

“Sekolah menilai murid lewat portofolio sederhana, memberi remedial berkelanjutan, serta memantau kondisi mental murid,” jelas Abdul.

Baca Juga :  Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Fase Jangka Panjang: Pendidikan Bencana Masuk Kurikulum

Sementara itu, untuk jangka 1–3 tahun, pemerintah menyiapkan pemulihan total bagi sekolah yang rusak berat.

Pemerintah secara tegas memasukkan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum permanen, bukan sekadar materi tambahan.

“Pemerintah memperkuat sekolah dengan pendidikan kebencanaan permanen, pembelajaran inklusif, serta monitoring ketat,” tandas Abdul.

Seluruh skema ini mulai diterapkan 5 Januari 2026. Pemerintah menegaskan, bencana tak boleh menghentikan masa depan anak-anak Sumatra.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar £25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB