JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Penemuan 996 senjata di lingkungan sekolah swasta Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memicu langkah darurat dari pihak yayasan.
Mulai Senin (10/8/2026), sekolah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan.
Kuasa hukum yayasan Alvon Kurnia Parma mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan siswa sekaligus memberi ruang bagi aparat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memprioritaskan keselamatan anak-anak. Karena itu, sekolah sementara menerapkan PJJ,” ujar Alvon, Minggu (9/8/2026).
Polisi Diminta Sterilisasi Area Sekolah
Yayasan mendesak polisi segera mensterilkan seluruh area sekolah.
Kuasa hukum yayasan Annisa Ismail mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KPAI dan menjadwalkan audiensi pada Senin pukul 10.00 WIB.Perbakin: Airsoft Gun Berizin Resmi
Kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra mengklaim 995 airsoft gun yang ditemukan merupakan milik perusahaannya.
Ia menyebut perusahaan menyimpan airsoft gun itu di gudang sekolah sejak 2020 untuk rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak.
Ia menegaskan seluruh airsoft gun berizin resmi dan mengaku telah memperlihatkan dokumen perizinannya kepada pihak kepolisian.
Selain itu, Alhadid menyebut pengurus yayasan mengetahui keberadaan senjata tersebut dan menduga kasus ini mencuat akibat konflik internal kepengurusan yayasan.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki legalitas, asal-usul, dan mekanisme penyimpanan ratusan senjata tersebut.
Sementara itu, sekolah tetap menjalankan PJJ hingga proses pemeriksaan dan sterilisasi dinyatakan selesai. **
Editor : Hadwan












