Perselisihan Nafkah Anak, Picu Penganiayaan di Bojongsoang hingga Korban Tewas

Senin, 19 Januari 2026 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – DSH (25) menjadi korban penganiayaan di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korban sempat dirawat di rumah sakit, namun meninggal dunia Sabtu (17/1/2026) malam.

Kapolsek Bojongsoang, Kompol Undi Kurnia, menjelaskan, pelaku GK (29) menyerang korban di Kampung Cibisoro, Desa Bojongsari, Jumat (16/1/2026) pukul 19.00 WIB.

Penganiayaan bermula ketika mantan istri korban mendatangi DSH untuk meminta nafkah anak, termasuk uang untuk membeli susu.

Baca Juga :  Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 16 Korban Jiwa, 120 Orang Jadi Korban

Namun, DSH menolak memberikan uang dan mengaku tidak mengakui anak tersebut.

“Korban bilang, ‘embung ah urang mah geus teu ngaku budak eta’ (Tidak mau, saya sudah tidak mau mengakui anak itu),” ungkap Kompol Undi, Senin (19/1/2026).

Mendengar pengakuan tersebut, mantan istri korban mengadu ke kakaknya, GK, yang langsung mendatangi DSH untuk menegaskan masalah itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat GK menanyakan hal tersebut, DSH tetap tidak mengakui anaknya, sehingga GK langsung memukul korban berkali-kali hingga terjatuh.

Baca Juga :  12 Usaha Makanan Paling Laris Saat Ini, Modal Kecil - Untung Besar

Warga Ikut Melerai, Korban Dilarikan ke RS

Penganiayaan berhenti setelah warga di lokasi melerai pelaku. Korban kemudian dibawa ke klinik, namun diperbolehkan pulang.

Beberapa jam kemudian, kondisi korban memburuk, mengalami muntah-muntah, dan segera dirujuk ke RS Welas Asih.

Setelah menjalani perawatan beberapa jam, DSH dinyatakan meninggal dunia Sabtu malam (17/1/2026). (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas
Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor
PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:07 WIB

Menantu Otak Pembunuhan Mertua di Pekanbaru, Korban Dipukul Balok hingga Tewas

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:52 WIB

Tiga Geng Motor Ditangkap Usai Tawuran Bersenjata Tajam di Bogor

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB