Pleno PBNU Kubu Gus Yahya Bahas Program dan Rencana, Tolak Keputusan Pj Ketum Baru

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA,POSNEWS.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kubu Gus Yahya akan menggelar rapat pleno besok pada Kamis, 11 Desember 2025.

Rapat itu membahas evaluasi program dan peran NU dalam penanggulangan bencana, serta digelar setelah penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Gus Yahya menjelaskan, pleno bertujuan evaluasi program dan menyusun strategi NU untuk penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Selat Hormuz: Iran dan Amerika Serikat Saling Serang

“Kita bicara besok, pleno akan fokus pada program-program yang menjadi tugas kita, termasuk evaluasi sejumlah program yang sedang berjalan,” ujar Gus Yahya usai audiensi dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, pleno merupakan agenda rutin setiap enam bulan sekali. Namun, pleno kali ini tidak akan membahas keputusan yang menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum.

Baca Juga :  China Masuk Gelanggang: Wang Yi Dukung Iran

“Tidak akan kita bahas panjang, karena keputusan itu dianggap tidak sah secara konstitusional dan mekanismenya tidak sesuai tatanan yang berlaku,” tegas Gus Yahya.

Rapat pleno kubu Gus Yahya menegaskan fokus pada konsolidasi internal, evaluasi program, dan peran PBNU dalam menangani bencana, sekaligus menolak keputusan penunjukan Pj Ketum baru. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan
KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:38 WIB

Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Solusi komputasi harian yang ringkas. COLORFUL merilis laptop Rimbook L1 Plus berlayar 16 inci 2.5K dan prosesor AMD Ryzen 7 7735HS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

COLORFUL Resmi Meluncurkan Rimbook L1 Plus Ryzen 7

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:10 WIB