Polisi Bongkar Pabrik Pil Zenith di Semarang, Produksi Tembus 1,1 Juta Butir

Senin, 13 Juli 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan barang bukti ratusan ribu pil karisoprodol, mesin produksi, dan bahan baku yang disita dari laboratorium gelap di Semarang. (Posnews/Polres Jakbar)

Petugas Polres Metro Jakarta Barat menunjukkan barang bukti ratusan ribu pil karisoprodol, mesin produksi, dan bahan baku yang disita dari laboratorium gelap di Semarang. (Posnews/Polres Jakbar)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar laboratorium gelap pembuat obat keras karisoprodol atau yang dikenal sebagai pil zenith (pil jin) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dari penggerebekan itu, polisi menyita 308.000 butir pil siap edar, 250 kilogram serbuk karisoprodol, serta sekitar 1.650 kilogram bahan baku produksi.

Pengungkapan bermula dari penangkapan tersangka PD di area parkir sebuah hotel di Penjaringan, Jakarta Utara. Saat itu, polisi menemukan 120.000 butir tablet karisoprodol yang dikemas dalam tiga kardus.

Selanjutnya, penyidik mengembangkan kasus hingga menangkap tersangka DJ di kawasan Pleburan, Semarang Selatan.

Penelusuran itu membawa polisi ke sebuah gudang di Gang Jati Asri, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, yang dijadikan laboratorium gelap pembuatan pil zenith.

“Wadah tersebut digunakan sebagai lokasi produksi atau clandestine lab,” kata Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Avrilendy, Senin (13/7/2026).

Di lokasi, polisi menyita mesin produksi, 188.000 butir pil karisoprodol, 250 kilogram serbuk karisoprodol, dan 1,65 ton bahan baku.

Penyidik menduga laboratorium ilegal itu beroperasi sejak awal 2026 hingga April 2026.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Al-Khoziny, 14 Meninggal, 49 Santri Masih Dicari

Jaringan ini diduga memproduksi 1.108.000 butir pil karisoprodol dalam empat bulan dan mengedarkannya ke berbagai daerah.

Polisi masih memburu pemasok bahan baku dan anggota jaringan yang memproduksi maupun mengedarkan obat keras ilegal tersebut.

Penyidik menjerat para tersangka dengan UU KUHP dan UU Narkotika. Mereka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita
110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi
Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk

Berita Terbaru