Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina, Perputaran Uang Rp1,5 M per Hari

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polda Sumut menyita 14 ekskavator saat penggerebekan tambang emas ilegal di perbatasan Tapsel dan Mandailing Natal. (Posnews/Ist))

Petugas Polda Sumut menyita 14 ekskavator saat penggerebekan tambang emas ilegal di perbatasan Tapsel dan Mandailing Natal. (Posnews/Ist))

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aparat Polda Sumatera Utara menghentikan tambang emas ilegal (PETI) di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina).

Dalam penggerebekan besar-besaran, polisi membongkar bisnis gelap yang diduga memutar uang hingga Rp1,5 miliar per hari.

Wakapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan membeberkan, para pelaku mengoperasikan sedikitnya enam lubang tambang. Setiap titik menghasilkan sekitar 100 gram emas per hari.

Dengan harga emas lokal (cukim) menembus Rp2,6 juta per gram, nilai produksi harian dari seluruh titik mencapai angka fantastis.

“Informasi awal, satu titik bisa menghasilkan kurang lebih 100 gram emas ilegal per hari. Saat ini ada beberapa titik aktif,” tegas Sonny di lokasi penindakan PETI, Selasa (3/3/2026).

14 Ekskavator Disita, 200 Personel Turun Tangan

Polisi mengerahkan lebih dari 200 personel Brimob dan Ditreskrimsus untuk menyapu lokasi di bantaran Sungai Batang Gadis. Hasilnya, petugas menyita 14 unit ekskavator.

Baca Juga :  BNN dan Polda Sumut Musnahkan 1,7 Ton Sabu dan Ganja, 6.014 Tersangka Dibekuk

Sebanyak 12 unit ditemukan di lokasi pengerukan, sementara dua unit lainnya dicegat saat hendak masuk area tambang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skala operasi menunjukkan tambang ini bukan aktivitas kecil. Modal besar dan alat berat dalam jumlah banyak memperkuat dugaan adanya aktor intelektual di balik praktik ilegal tersebut.

Ekspansi dari Madina ke Tapsel

Penyidik mengungkap, pelaku awalnya beroperasi di wilayah Madina selama 2–3 bulan. Selanjutnya, mereka memperluas pengerukan ke wilayah Tapsel yang hanya dipisahkan aliran sungai.

“Awalnya berlangsung di Mandailing Natal, kemudian mereka ekspansi ke Tapanuli Selatan dengan memanfaatkan batas sungai,” jelas Sonny.

Di Tapsel, aktivitas tambang ilegal itu baru berjalan sekitar dua pekan sebelum akhirnya digerebek.

17 Orang Diamankan, Polisi Kejar Pemodal

Dalam operasi ini, polisi mengamankan 17 orang yang kini berstatus saksi. Mayoritas merupakan pekerja lapangan dan operator alat berat. Sementara itu, pemilik modal dan pengendali utama masih dalam pengejaran.

Baca Juga :  Pertemuan Rahasia di Florida: AS-Rusia Konstruktif

Untuk menelusuri kepemilikan 14 ekskavator yang disita, Polda Sumut akan memanggil PT Hexindo Adiperkasa selaku distributor resmi alat berat tersebut.

Polisi akan memverifikasi data pembeli guna mengungkap aliran dana dan pemilik sebenarnya.

“Kami akan memanggil pihak Hexindo untuk mengetahui kepemilikan alat berat tersebut,” tegas Sonny.

Evakuasi Alat Berat Butuh Waktu

Proses evakuasi barang bukti tidak mudah. Lokasi tambang berada jauh di dalam hutan.

Petugas harus menurunkan ekskavator dari area Sungai Batang Gadis dan menjalankannya selama 1–2 hari menuju titik yang bisa dijangkau truk trado, sebelum dibawa ke Batalyon C Brimob Sipirok.

Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Polda Sumut memberantas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara.

Polisi memastikan penyidikan terus berkembang hingga aktor utama dan pemodal besar berhasil ditangkap.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 102,2 Gram Sabu di Grogol, Pelaku Ditangkap
Polda Metro Selidiki Laporan KPK, Dugaan Pemalsuan Dokumen Saksi Kasus Hasbi Hasan
Menlu Sugiono Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, 15 Orang Dievakuasi via Baku
Prabowo Gelar Pertemuan 4 Jam di Istana, Bedah Eskalasi Konflik Iran dan Dampaknya
Sakit Hati Dituduh Mencuri, Karyawan Tega Habisi Bos di Bogor
Viral! Oknum TNI Aniaya Sopir Taksi Online di Puspiptek, Kini Diperiksa Denpom
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek 4 Maret 2026, Siaga Hujan Lebat dan Angin
Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen, Truk Boks Rem Blong Tabrak 9 Kendaraan – 8 Luka

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:37 WIB

Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina, Perputaran Uang Rp1,5 M per Hari

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:15 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 102,2 Gram Sabu di Grogol, Pelaku Ditangkap

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:23 WIB

Polda Metro Selidiki Laporan KPK, Dugaan Pemalsuan Dokumen Saksi Kasus Hasbi Hasan

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:51 WIB

Menlu Sugiono Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, 15 Orang Dievakuasi via Baku

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:38 WIB

Prabowo Gelar Pertemuan 4 Jam di Istana, Bedah Eskalasi Konflik Iran dan Dampaknya

Berita Terbaru