Program Makan Bergizi Gratis Kacau, FWK Sebut Bom Waktu Bagi Pendidikan Indonesia

Rabu, 24 September 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FWK kritik keras Program Makan Bergizi Gratis akibat ribuan kasus keracunan. Dok: Posnews

FWK kritik keras Program Makan Bergizi Gratis akibat ribuan kasus keracunan. Dok: Posnews

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) melontarkan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadikan proyek unggulan pemerintah.

Program yang diklaim mampu menyehatkan generasi muda itu justru memunculkan sejumlah persoalan serius di lapangan.

Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, mengungkapkan kritik ini dalam diskusi Indonesia Review di kantor redaksi VOI Media, Rabu (24/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, data Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 4.711 kasus keracunan makanan MBG sejak Januari hingga 22 September 2025, mayoritas terjadi di Pulau Jawa.

FWK menilai angka tersebut menjadi peringatan sekaligus bukti lemahnya pengawasan di lapangan. Raja menekankan, pemerintah perlu lebih serius bertanggung jawab karena korban terbanyak adalah siswa dan masyarakat kecil.

Baca Juga :  Trump Ancam Hentikan Layanan Bea Cukai di Bandara Kota Suaka

Kontroversi makin melebar setelah anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mengungkap dugaan adanya 5.000 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) fiktif dalam program MBG.

Ia mendorong BGN segera memperketat verifikasi agar data benar-benar akurat dan tidak dimanipulasi.

β€œKalau data dapur masih bermasalah, publik tentu sulit percaya distribusi makanan sampai kepada penerima manfaat,” ujar Raja, mengutip pernyataan Nurhadi.

Konflik Kepentingan Ikut Tersingkap

Lebih jauh, Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya keterlibatan sejumlah oknum legislatif DPR maupun DPRD dalam kepemilikan dapur SPPG. FWK menilai hal ini membuka potensi konflik kepentingan yang bisa mengganggu integritas program.

Baca Juga :  Vivo Siapkan Varian Tertinggi: X500 Pro Max Muncul di Database IMEI

Selain soal teknis, FWK juga menyoroti besarnya anggaran MBG tahun 2026 yang mencapai Rp335 triliun. Dana ini diambil dari total Anggaran Pendidikan 2026 sebesar Rp757,8 triliun.

FWK menilai kebijakan tersebut bisa menggerus esensi pendidikan. Menurut mereka, anggaran sebesar itu seharusnya diprioritaskan untuk peningkatan kualitas guru, sarana belajar, serta infrastruktur sekolah.

Audit dan Evaluasi Menyeluruh Mendesak

FWK mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi total, termasuk audit investigatif terhadap anggaran dan distribusi MBG.

Mereka menekankan, tanpa transparansi dan pengawasan ketat, program ini rawan berubah menjadi proyek politik yang justru mengorbankan kesehatan dan masa depan generasi muda. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!
Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali
HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh
Sosok Irjen Adex Yudiswan, Polisi Humanis yang Kini Jadi Wakapolda Metro Jaya

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB