Puluhan Ribu Buruh Gelar Demo DPR RI Hari Ini, Komisi IX DPR Imbau Tertib

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak UMP dan UMSK di kawasan Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak UMP dan UMSK di kawasan Istana Negara, Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA – Puluhan ribu buruh dari Jabodetabek dan berbagai daerah menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan, Kamis (28/8/2025). Komisi IX DPR mengimbau agar aksi berlangsung damai dan tidak merusak fasilitas umum.

Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, menegaskan UU memperbolehkan demonstrasi sebagai kontrol sistem terhadap pemerintah dan parlemen. “Namun pelaksanaannya tidak boleh anarkis, merusak fasilitas, atau merugikan rakyat,” ujarnya.

Irma menambahkan, tuntutan buruh bersifat normatif, termasuk outsourcing, reformasi pajak, revisi UU Ketenagakerjaan sesuai amanat MK, dan kenaikan upah. Komisi IX DPR telah menyusun draft revisi UU Tenaga Kerja dan membuka agenda audiensi dengan serikat pekerja.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Lampung Tengah, 5 Orang Ditangkap - Hari Ini KPK Umumkan Statusnya

Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat mewaspadai oknum yang mencoba membonceng kepentingan politik.Β “Jangan sampai aksi damai ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab. Kasihan para buruh,” tegas Irma.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan demo akan dipusatkan di depan DPR RI atau Istana Kepresidenan. Sekitar 10 ribu buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan DKI Jakarta ikut aksi.

Baca Juga :  Operasi Zebra 2025 Digelar 17-30 November, 8 Modifikasi Ini Jadi Incaran, Denda Rp24 Juta

Demo ini termasuk gerakan nasional HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) yang menggelar aksi serentak di kota-kota industri besar:

  • Serang – Banten

    ADVERTISEMENT

    ads

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Bandung – Jawa Barat

  • Semarang – Jawa Tengah

  • Surabaya – Jawa Timur

  • Medan – Sumatera Utara

  • Banda Aceh – Aceh

  • Batam – Kepulauan Riau

  • Bandar Lampung – Lampung

  • Banjarmasin – Kalimantan Selatan

  • Pontianak – Kalimantan Barat

  • Samarinda – Kalimantan Timur

  • Makassar – Sulawesi Selatan

  • Gorontalo

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB