POSNEWS.CO.ID, KAIRO — Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menemui Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi di Kairo pada Selasa. Pertemuan tersebut membahas eskalasi serangan milisi Houthi terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur minyak kerajaan.
Pertemuan Kairo dan Keamanan Jalur Laut
Kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan navigasi laut di kawasan Laut Merah. Selain itu, mereka menyepakati perlindungan jalur perdagangan vital di Selat Bab el-Mandeb.
Presiden el-Sissi menegaskan dukungan penuh Mesir terhadap langkah-langkah keamanan Arab Saudi. Pihak Mesir menganggap kestabilan kawasan Teluk sebagai bagian utama dari keamanan nasional mereka. Sementara itu, diplomasi ini bertujuan memperkuat dukungan politik antarnegara Arab di tengah krisis regional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemajuan Milisi Houthi dan Kelumpuhan Pipa Minyak
Pasukan Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mokha serta tiga pulau strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Penguasaan wilayah tersebut memperkuat posisi Houthi dalam mengancam jalur kapal tanker minyak Arab Saudi.
Selain itu, serangan drone melumpuhkan operasional jalur pipa utama East-West Pipeline selama beberapa pekan. Kelumpuhan saluran distribusi ini menghentikan pasokan jutaan barel minyak mentah per hari menuju pelabuhan ekspor. Oleh karena itu, lonjakan harga minyak dunia semakin sulit terelakkan.
Korban Sipil dan Ancaman Bencana Kemanusiaan
Eskalasi pertempuran darat di Yaman menewaskan lebih dari 500 orang dalam kurun satu pekan terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bencana kemanusiaan di wilayah perbatasan semakin memburuk.
Lembaga Save the Children melaporkan setidaknya 117 warga sipil tewas sejak awal Agustus lalu. Angka tersebut mencakup 19 anak-anak yang menjadi korban ledakan konflik bersenjata. Dengan demikian, desakan internasional untuk menghentikan pertempuran semakin menguat dari berbagai belahan dunia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













