Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

Milisi Houthi kuasai Selat Bab el-Mandeb dan pelabuhan Mokha. Simak dampak eskalasi konflik Yaman terhadap harga minyak. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KAIRO — Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menemui Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi di Kairo pada Selasa. Pertemuan tersebut membahas eskalasi serangan milisi Houthi terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur minyak kerajaan.

Pertemuan Kairo dan Keamanan Jalur Laut

Kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan navigasi laut di kawasan Laut Merah. Selain itu, mereka menyepakati perlindungan jalur perdagangan vital di Selat Bab el-Mandeb.

Presiden el-Sissi menegaskan dukungan penuh Mesir terhadap langkah-langkah keamanan Arab Saudi. Pihak Mesir menganggap kestabilan kawasan Teluk sebagai bagian utama dari keamanan nasional mereka. Sementara itu, diplomasi ini bertujuan memperkuat dukungan politik antarnegara Arab di tengah krisis regional.

Kemajuan Milisi Houthi dan Kelumpuhan Pipa Minyak

Pasukan Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mokha serta tiga pulau strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Penguasaan wilayah tersebut memperkuat posisi Houthi dalam mengancam jalur kapal tanker minyak Arab Saudi.

Selain itu, serangan drone melumpuhkan operasional jalur pipa utama East-West Pipeline selama beberapa pekan. Kelumpuhan saluran distribusi ini menghentikan pasokan jutaan barel minyak mentah per hari menuju pelabuhan ekspor. Oleh karena itu, lonjakan harga minyak dunia semakin sulit terelakkan.

Baca Juga :  Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia

Korban Sipil dan Ancaman Bencana Kemanusiaan

Eskalasi pertempuran darat di Yaman menewaskan lebih dari 500 orang dalam kurun satu pekan terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bencana kemanusiaan di wilayah perbatasan semakin memburuk.

Lembaga Save the Children melaporkan setidaknya 117 warga sipil tewas sejak awal Agustus lalu. Angka tersebut mencakup 19 anak-anak yang menjadi korban ledakan konflik bersenjata. Dengan demikian, desakan internasional untuk menghentikan pertempuran semakin menguat dari berbagai belahan dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Berita Terbaru