Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu

Rabu, 16 September 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS bersiap merampungkan penarikan total pasukan dari Irak pada 30 September 2026 di tengah penolakan pelucutan senjata kelompok milisi pro-Iran. Dok: Istimewa.

AS bersiap merampungkan penarikan total pasukan dari Irak pada 30 September 2026 di tengah penolakan pelucutan senjata kelompok milisi pro-Iran. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BAGHDAD — Pemerintah Irak menghadapi dua tenggat krusial pada akhir September 2026 mendatang. Pasukan militer Amerika Serikat bersiap menyelesaikan penarikan penuh dari wilayah Irak. Pada saat bersamaan, pemerintah mendesak kelompok milisi bersenjata untuk melucuti senjata mereka.

Penarikan Pasukan AS dan Pemindahan Alutsista

Pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi proses penarikan pasukan berjalan sesuai jadwal. Ratusan prajurit yang tersisa di wilayah Kurdistan Irak akan meninggalkan lokasi sebelum 30 September.

Pihak militer mengalihkan sebagian besar personel menuju Yordania serta negara mitra kawasan. Selain itu, militer AS menarik berbagai peralatan tempur dan sistem pertahanan udara. Langkah penarikan ini bertujuan mengurangi risiko ancaman serangan balasan dari faksi bersenjata.

Penolakan Pelucutan Senjata Faksi Milisi Pro-Iran

Pemerintah Irak mengaitkan penarikan pasukan AS dengan perintah penyerahan senjata faksi milisi. Namun, kelompok milisi paling berpengaruh seperti Kataib Hezbollah menolak tegas seruan tersebut.

Faksi bersenjata justru mengajukan syarat berat kepada pemerintah pusat di Baghdad. Mereka menuntut pengambilalihan pasukan Peshmerga Kurdistan serta pengusiran kelompok pembangkang Iran. Oleh karena itu, negosiasi pelucutan senjata diprediksi tidak akan membuahkan hasil dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran

Ancaman Keamanan Kawasan dan Solusi Pertahanan

Penarikan pasukan AS berpotensi membuat wilayah Kurdistan Irak lebih rentan terhadap serangan. Kelompok milisi dan faksi regional tercatat kerap melancarkan pertempuran lintas batas.

Sementara itu, pemerintah Irak berupaya mengintegrasikan persenjataan berat ke dalam struktur militer resmi. Pemerintah juga mempercepat pengadaan sistem pertahanan udara baru dari Turki, Korea Selatan, dan AS. Dengan demikian, Baghdad berusaha menjaga kedaulatan wilayah udara nasional secara mandiri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB