Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) mengungkap rincian biaya perang Amerika Serikat melawan Iran. Total pengeluaran Departemen Pertahanan AS telah melampaui $38$ miliar Dolar AS hingga awal Agustus lalu.

Pembengkakan Anggaran dan Proyeksi Inflasi

Perang ini berpotensi menambah beban anggaran hingga $3$ miliar Dolar AS setiap bulan. CBO memproyeksikan konflik ini mendongkrak tingkat inflasi sebesar 0,5 poin persentase hingga awal 2027.

Lonjakan inflasi ini dipicu gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz dan Laut Merah. Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya memprediksi biaya perang mencapai angka $37,5$ miliar Dolar AS. Oleh karena itu, estimasi CBO sejalan dengan perhitungan internal Pentagon.

Pembelian Amunisi dan Kritik Politisi

Biaya besar tersebut terutama dialokasikan untuk mengganti amunisi serta peralatan tempur yang rusak. Namun, laporan CBO belum memperhitungkan biaya perawatan medis veteran atau kompensasi korban cedera.

Anggota Kongres Brendan Boyle mengkritik keras lonjakan anggaran perang pemerintahan Donald Trump tersebut. Boyle menilai pemerintah memprioritaskan perang mahal ketimbang alokasi bantuan ekonomi keluarga di dalam negeri. Dengan demikian, isu biaya perang berpotensi memengaruhi pilihan pemilih pada Pemilu Paruh Waktu mendatang.

Baca Juga :  Trump Luluh: Hongaria Dapat Pengecualian Sanksi Minyak Rusia Selama Setahun

Permintaan Dana Tambahan dan Defisit Pasokan

Gedung Putih telah mengajukan dana tambahan sebesar $87,6$ miliar Dolar AS pada Juni lalu. Namun, Kongres AS hingga kini belum menyetujui pengajuan alokasi anggaran khusus perang tersebut.

Departemen Pertahanan AS menolak memberikan tanggapan resmi atas laporan analisis data CBO tersebut. Sementara itu, Inspektur Jenderal Pentagon mencatat terjadi kelangkaan pasokan amunisi strategis militer AS. Oleh sebab itu, militer Amerika Serikat menghadapi ancaman keterbatasan cadangan logistik pertahanan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB