Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON โ€” Presiden AS Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Selasa. Langkah ini merespons pembatalan rencana pembatasan penggunaan surat suara via pos.

Kecaman Terbuka dan Sasaran Hakim Agung

Trump menyampaikan kritik pedas terhadap tiga hakim agung pilihan masa jabatan pertamanya. Tiga hakim tersebut adalah Amy Coney Barrett, Brett Kavanaugh, dan Neil Gorsuch.

Trump menilai para hakim tersebut tunduk pada tekanan politisi Partai Demokrat. Selain itu, ia menyebut keputusan mahkamah sangat merusak sejarah Amerika Serikat. Namun, hakim Brett Kavanaugh menegaskan waktu penerapan aturan tersebut sangat mendesak jelang pemilu.

Pertimbangan Hukum dan Respons Politisi

Mahkamah Agung menilai pemerintah daerah tidak memiliki cukup waktu untuk menerapkan aturan baru. Hanya dua hakim konservatif, Clarence Thomas dan Samuel Alito, yang mengajukan penolakan (dissent).

Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyambut positif keputusan Mahkamah Agung tersebut. Schumer menilai rencana pembatasan dari Trump melanggar konstitusi hak pemilu negara bagian. Oleh karena itu, putusan ini membatalkan perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Maret lalu.

Baca Juga :  Kenapa Budaya Korea Bisa Mendunia? Pelajaran Berharga dari Kekuatan โ€˜Soft Powerโ€™

Taruhan Politik Pemilu Paruh Waktu

Pembatalan aturan ini membawa dampak besar bagi persaingan pemilu paruh waktu pada 3 November. Partai Republik saat ini hanya menguasai mayoritas tipis di Lembaga Kongres.

Selain itu, penurunan elektabilitas Trump memicu kekhawatiran kekalahan faksi Republik di parlemen. Isu biaya hidup dan perang bersama Iran turut memengaruhi pilihan para pemilih. Dengan demikian, kekalahan di Kongres berpotensi memicu penyelidikan baru terhadap pemerintahan Trump.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang
Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok
Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu
Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data
Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:35 WIB

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 September 2026 - 16:29 WIB

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 September 2026 - 15:44 WIB

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 September 2026 - 14:38 WIB

Penarikan Total Pasukan AS dari Irak Berpacu

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB