Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data

Rabu, 16 September 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petinggi Chubu Electric mengundurkan diri akibat skandal manipulasi data gempa reaktor nuklir Hamaoka. Simak rincian kasus dan dampaknya di sini. Dok: Istimewa.

Petinggi Chubu Electric mengundurkan diri akibat skandal manipulasi data gempa reaktor nuklir Hamaoka. Simak rincian kasus dan dampaknya di sini. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Petinggi produsen listrik Chubu Electric Power Co resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini merespons skandal pemalsuan data keselamatan gempa pada dua reaktor nuklir.

Pemalsuan Data Gempa dan Pengunduran Diri Petinggi

Presiden Kingo Hayashi dan Chairman Satoru Katsuno melepas jabatan mereka secara resmi pada 30 September mendatang. Perusahaan menunjuk Direktur Minoru Yasui untuk mengisi posisi presiden baru mulai 1 Oktober.

Panel investigasi independen menemukan pemalsuan data seismik reaktor Hamaoka No. 3 dan No. 4. Pihak manajemen melakukan manipulasi agar angka keselamatan memenuhi kriteria batas regulasi. Oleh karena itu, perusahaan menarik kembali permohonan izin pengoperasian kedua reaktor tersebut.

Tekanan Target Direksi dan Penyelidikan Regulasi

Investigasi mengungkapkan manajemen puncak menetapkan target pengoperasian kembali secara amat ketat. Tekanan tinggi tersebut memicu tim kerja memanipulasi data keselamatan gempa.

Chubu Electric telah mengajukan izin operasi reaktor Hamaoka sejak tahun 2014 lalu. Namun, Otoritas Regulasi Nuklir membekukan proses pemeriksaan usai menerima laporan dari pembocor rahasia (whistleblower). Selain itu, lokasi pembangkit Hamaoka berdiri di area rawan gempa megathrust Nankai Trough.

Baca Juga :  Krisis Jalur Druzhba: Slovakia Ancam Putus Listrik Ukraina

Kebijakan Energi Nasional dan Upaya Pemulihan Kepercayaan

Skandal ini mencuat saat pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mendorong pengaktifan kembali reaktor nuklir. Langkah pengaktifan tersebut bertujuan menekan biaya energi nasional serta mengurangi emisi karbon.

Hayashi menegaskan komitmen perusahaan untuk membenahi budaya kerja dan tata kelola internal. Perusahaan berencana mengajukan ulang permohonan izin setelah menyelesaikan langkah pencegahan secara menyeluruh. Dengan demikian, Chubu Electric berfokus penuh memulihkan kepercayaan publik secara bertahap.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:32 WIB

Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Berita Terbaru

Petinggi Chubu Electric mengundurkan diri akibat skandal manipulasi data gempa reaktor nuklir Hamaoka. Simak rincian kasus dan dampaknya di sini. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:32 WIB