POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Petinggi produsen listrik Chubu Electric Power Co resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini merespons skandal pemalsuan data keselamatan gempa pada dua reaktor nuklir.
Pemalsuan Data Gempa dan Pengunduran Diri Petinggi
Presiden Kingo Hayashi dan Chairman Satoru Katsuno melepas jabatan mereka secara resmi pada 30 September mendatang. Perusahaan menunjuk Direktur Minoru Yasui untuk mengisi posisi presiden baru mulai 1 Oktober.
Panel investigasi independen menemukan pemalsuan data seismik reaktor Hamaoka No. 3 dan No. 4. Pihak manajemen melakukan manipulasi agar angka keselamatan memenuhi kriteria batas regulasi. Oleh karena itu, perusahaan menarik kembali permohonan izin pengoperasian kedua reaktor tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tekanan Target Direksi dan Penyelidikan Regulasi
Investigasi mengungkapkan manajemen puncak menetapkan target pengoperasian kembali secara amat ketat. Tekanan tinggi tersebut memicu tim kerja memanipulasi data keselamatan gempa.
Chubu Electric telah mengajukan izin operasi reaktor Hamaoka sejak tahun 2014 lalu. Namun, Otoritas Regulasi Nuklir membekukan proses pemeriksaan usai menerima laporan dari pembocor rahasia (whistleblower). Selain itu, lokasi pembangkit Hamaoka berdiri di area rawan gempa megathrust Nankai Trough.
Kebijakan Energi Nasional dan Upaya Pemulihan Kepercayaan
Skandal ini mencuat saat pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mendorong pengaktifan kembali reaktor nuklir. Langkah pengaktifan tersebut bertujuan menekan biaya energi nasional serta mengurangi emisi karbon.
Hayashi menegaskan komitmen perusahaan untuk membenahi budaya kerja dan tata kelola internal. Perusahaan berencana mengajukan ulang permohonan izin setelah menyelesaikan langkah pencegahan secara menyeluruh. Dengan demikian, Chubu Electric berfokus penuh memulihkan kepercayaan publik secara bertahap.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













