Putusan WTO DS622 Jadi Modal Indonesia Perjuangkan Akses Ekspor ke Uni Eropa

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Upaya Indonesia melawan kebijakan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) Uni Eropa membuahkan hasil.

Panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengabulkan sebagian gugatan Indonesia dalam sengketa DS622, sekaligus membuka peluang memperkuat akses ekspor produk fatty acid ke pasar Eropa.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah akan terus mengawal kepentingan eksportir Indonesia dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang tersedia setelah putusan WTO.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal penting untuk memperjuangkan perdagangan yang lebih adil di pasar Uni Eropa.

“Pemerintah tidak akan berhenti mengawal kepentingan ekspor komoditas nasional. Meski Panel WTO hanya mengabulkan sebagian klaim Indonesia, kami akan mengoptimalkan seluruh langkah strategis, termasuk diplomasi perdagangan, agar produk fatty acid Indonesia tetap mampu bersaing di pasar Uni Eropa,” tegas Mendag Budi Santoso.

Baca Juga :  Arus Nataru Membludak, 46 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Naik Kereta Api

Panel WTO Akui Sebagian Klaim Indonesia

Dalam putusannya, Panel WTO mengabulkan sebagian gugatan Indonesia terkait ketidaksesuaian metodologi yang digunakan Uni Eropa dalam menghitung margin dumping.

Keputusan tersebut dinilai menjadi pengakuan penting atas komitmen WTO terhadap prinsip perdagangan yang adil dan berbasis aturan.

Meski demikian, Panel WTO belum membatalkan penerapan BMAD secara menyeluruh karena sejumlah dalil utama Indonesia belum dikabulkan.

Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan mengedepankan berbagai langkah strategis di luar jalur litigasi.

Selain memperkuat diplomasi perdagangan, pemerintah juga akan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral guna menjaga daya saing produk nasional.

Mendag Budi Santoso berharap langkah tersebut mampu menjaga kelancaran rantai pasok industri hilir kelapa sawit sekaligus memperluas peluang ekspor produk fatty acid Indonesia ke pasar Eropa maupun negara lainnya.

Sinergi Pemerintah dan Industri Terus Diperkuat

Budi Santoso menilai capaian di WTO merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan para ahli hukum perdagangan internasional.

Baca Juga :  Mobil HR-V Hantam Depot Air di Grogol, Pejalan Kaki Terseret dan Luka Parah

“Sinergi pemerintah, sektor swasta, asosiasi, dan para ahli hukum internasional menjadi kunci dalam memperjuangkan kepentingan dagang Indonesia. Kolaborasi ini akan terus kami perkuat untuk memitigasi dampak putusan sekaligus mengamankan akses pasar komoditas unggulan Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sengketa DS622 diajukan Indonesia sebagai respons atas kebijakan BMAD Uni Eropa yang dinilai tidak sejalan dengan ketentuan WTO.

Konsolidasi Industri untuk Jaga Ekspor

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan akan melakukan konsolidasi bersama pelaku industri fatty acid nasional guna menyusun strategi penyesuaian pasar.

Pemerintah juga memastikan akan terus mendampingi dunia usaha agar kinerja ekspor ke Uni Eropa tetap terjaga.

“Kami akan memperkuat konsolidasi bersama pelaku industri fatty acid. Pemerintah berkomitmen mendampingi dunia usaha agar mampu memulihkan dan mempertahankan ekspor Indonesia ke pasar Eropa,” pungkas Mendag Budi Santoso. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan
Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi
Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:58 WIB

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang

Berita Terbaru

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB