Rebutan Lahan Parkir Berujung Pembacokan di Blok M, Satu Preman Dicokok Polisi

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pembacokan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pembacokan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polres Metro Jakarta Selatan menangkap satu terduga pelaku pembacoan yang terjadi di area Blok M Square, Jakarta Selatan.

Dalam kejadian itu, pelaku menikam korban dengan parang hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

Kapolres Metro Jakarta Selatan melalui Plh Kanit Krimum Iptu Satrio mengatakan, polisi sudah meringkus pelaku berinisial RFM setelah melakukan pengembangan penyelidikan terhadap kasus premanisme yang meresahkan warga sekitar.

Menurut Satrio, konflik terjadi karena perebutan lahan parkir yang selama ini dikuasai dua kelompok berbeda.

“Pemicunya cekcok mulut mengenai wilayah kerja mereka, lalu berkembang sehingga terjadi pembacokan,” jelas Satrio saat di Mapolres Jaksel, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga :  2 Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Penumpang Luka Ringan

Peristiwa ini bermula pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, ketika kedua kelompok berebut lahan parkir di area P5 Blok M Square, tepatnya dekat showroom SAVA Autocar, Kebayoran Baru.

Dalam situasi memanas, salah satu anggota kelompok mengeluarkan parang dan menikam korban di perut sebelah kiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban yang berinisial M-H langsung menghubungi rekannya untuk meminta bantuan. Petugas lalu membawa korban ke RS Muhammadiyah Jakarta, tempatnya menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk.

Polisi Dalami Peran Pelaku Lain

Kini polisi telah mengamankan barang bukti antara lain parang, rekaman CCTV di lokasi, serta rekaman video dari ponsel saksi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tetapkan Delpedro Marhaen Tersangka, Ungkap Peran Penyebar Ajakan Rusuh

Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan pelaku lain dengan memeriksa bukti visual tersebut lebih lanjut.

“Ini masih kami dalami. Untuk sementara satu terduga pelaku RFM sudah kami amankan dan sedang diproses,” terang Satrio.

Kasus pengeroyokan dan penusukan ini kini ditangani secara serius oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi menegaskan akan terus memburu pelaku lain yang terlibat dan menindak tegas aksi premanisme yang mengancam keamanan publik. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?
Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak
Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia
Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung
Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?
Selandia Baru Siaga Satu: Siklon Vaianu Ancam Pulau Utara dengan Angin Mematikan
Hakim AS Sebut Rencana Pemerintah Terhadap Kilmar Ábrego
Rumah Saksi Dibakar, KPK Usut Intimidasi di Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:29 WIB

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WIB

Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak

Rabu, 8 April 2026 - 18:26 WIB

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 April 2026 - 17:25 WIB

Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung

Rabu, 8 April 2026 - 17:21 WIB

Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Rasionalitas vs Emosi. Membedah mekanisme psikologis di balik kotak suara, di mana identitas kelompok dan bias kognitif sering kali membuat pemilih mengabaikan substansi kebijakan demi citra pemimpin yang mereka sukai di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Kita Memilih Pemimpin yang Kita Sukai?

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:29 WIB

Bahaya dari dalam. Demokrasi modern tidak lagi mati melalui kudeta militer yang berdarah, melainkan melalui erosi perlahan yang para pemimpin terpilih lakukan terhadap institusi dan norma politik tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 Apr 2026 - 18:26 WIB